Survei Ungkap Hanya 38,9 Persen Muslim Indonesia yang Rutin Salat

Berdasarkan laporan survei Muslim Report 2019, hanya 38,9 persen muslim di Indonesia yang rutin melaksanakan salat 5 waktu/Foto : Dok. GPriority Berdasarkan laporan survei Muslim Report 2019, hanya 38,9 persen muslim di Indonesia yang rutin melaksanakan salat 5 waktu/Foto : Dok. GPriority

Jakarta, GPriority.co.id – Hasil survei Indonesia Muslim Report 2019 kembali menjadi sorotan setelah data mengenai pelaksanaan salat lima waktu umat Islam di Indonesia dibagikan melalui media sosial.

Survei yang dilakukan Alvara Research tersebut mencatat 38,9 persen responden mengaku rutin menunaikan salat lima waktu, baik sendiri maupun berjamaah. Data ini juga pernah dikutip oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY sebagai bahan evaluasi kualitas kehidupan keagamaan umat.

Informasi tersebut kembali beredar setelah akun Instagram @moslimcore mengunggah rangkuman hasil survei. Namun, angka 38,9 persen perlu dipahami sesuai kategori pertanyaan dalam survei, bukan dimaknai bahwa hanya 38,9 persen umat Muslim Indonesia yang pernah atau sama sekali menjalankan salat.

Dalam rincian survei, sebanyak 2 persen responden menyatakan selalu menunaikan salat lima waktu secara berjamaah. Kemudian, 7,7 persen mengaku sering salat lima waktu berjamaah, sedangkan 29,2 persen lainnya menyatakan sesekali melaksanakan salat lima waktu secara berjamaah.

Sementara itu, 33,8 persen responden menyebut sering menunaikan salat lima waktu, 26,8 persen mengaku hanya sesekali melaksanakannya, dan 0,4 persen menyatakan tidak pernah menunaikan salat lima waktu.

Angka 38,9 persen berasal dari penggabungan kelompok responden yang menyatakan selalu menunaikan salat lima waktu, baik secara sendiri maupun berjamaah. Karena itu, kesimpulan bahwa “hanya 38,9 persen umat Muslim Indonesia yang menjalankan salat” perlu diberi konteks agar tidak menimbulkan salah tafsir.

Peneliti atau pegiat yang membagikan data tersebut, Azzam Mujahid Izzulhaq, sebelumnya menyimpulkan bahwa umat Islam yang selalu melaksanakan salat lima waktu baru sekitar 38,9 persen atau empat dari 10 orang.

“Sisanya masih ‘sering’ dan ‘kadang-kadang’ saja salat lima waktunya atau 6 dari 10 orang masih ‘bolong-bolong’ salatnya,” jelas Azzam, sebagaimana dikutip JatimTIMES.

Menariknya, kajian terhadap data yang sama juga menunjukkan bahwa jika kategori “sering” ikut diperhitungkan, persentasenya mencapai 72,7 persen. Suara Muhammadiyah menilai penyajian angka 38,9 persen tanpa konteks dapat menghasilkan kesimpulan yang berbeda dari isi data survei.

Dengan demikian, Indonesia Muslim Report 2019 lebih tepat dibaca sebagai gambaran mengenai konsistensi pelaksanaan salat lima waktu, bukan sebagai klaim bahwa mayoritas umat Muslim Indonesia sama sekali tidak menjalankan salat.