Jakarta, GPriority.co.id – Kepedulian terhadap korban gempa NTT kembali digerakkan Muhammadiyah melalui jaringan masjid dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di berbagai daerah.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengajak seluruh jajaran Persyarikatan, pengelola AUM, serta takmir masjid yang berada di bawah Muhammadiyah untuk menghimpun infak Salat Jumat pada Jumat, 21 Agustus 2026, yang secara khusus ditujukan bagi masyarakat terdampak gempa NTT.
Ajakan tersebut dituangkan dalam Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 18/EDR/I.0/H/2026 tentang Penghimpunan Infak Salat Jumat untuk Bantuan Kemanusiaan Korban Bencana Gempa Bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur.
Melalui gerakan ini, Muhammadiyah berupaya mengonsolidasikan kepedulian dari masjid-masjid yang dikelolanya agar menjadi dukungan nyata bagi masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana.
Dalam edaran tersebut, Muhammadiyah meminta penggalangan dan penyaluran infak dilakukan secara terkoordinasi melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) serta Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) di masing-masing tingkatan organisasi. Mekanisme tersebut menjadi bagian dari semangat One Muhammadiyah One Response (OMOR), sehingga penghimpunan hingga penyaluran bantuan dapat berjalan terpadu.
Muhammadiyah juga meminta setiap jajaran yang melakukan penghimpunan membuat laporan dan menyampaikannya kepada pimpinan Muhammadiyah pada tingkat di atasnya.
Langkah ini menunjukkan bahwa gerakan infak Jumat tidak hanya diarahkan untuk mengumpulkan dana kemanusiaan, tetapi juga memastikan prosesnya dilakukan secara terkoordinasi dan dapat dipertanggungjawabkan.
Gerakan tersebut hadir di tengah respons Muhammadiyah yang telah berjalan di wilayah terdampak. Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) sebelumnya mengaktifkan pos koordinasi di Ende dan memperkuat layanan kemanusiaan di sejumlah wilayah Flores. Tim kesehatan, relawan, bantuan logistik, hingga dukungan psikososial juga dikerahkan untuk membantu masyarakat.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan bahwa gerakan kemanusiaan merupakan panggilan bagi Muhammadiyah ketika bencana terjadi.
“Sudah jadi panggilan kami kalau ada setiap peristiwa bencana, biarpun tidak kita inginkan, kami lewat MDMC, Lazismu, kemudian Pimpinan Muhammadiyah Daerah setempat itu selalu cepat bergerak untuk bisa meringankan saudara-saudara kita dan sekaligus juga membantu pemerintah setempat untuk ikut meringankan,” katanya.
Melalui infak Salat Jumat, Muhammadiyah mengajak jamaah menjadikan masjid sebagai ruang solidaritas. Dana yang dihimpun diharapkan dapat memperkuat bantuan bagi korban gempa Flores, NTT, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan.
