Gubernur Kaltara Dorong Pembangunan Jalur Kereta Api, Biaya Angkutan Disebut Bisa Turun hingga 50 Persen

Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama PT INTRA di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (16/9)/Foto : Dok. GPriority (Nindya Farhah Azzahrah) Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama PT INTRA di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (16/9)/Foto : Dok. GPriority (Nindya Farhah Azzahrah)

Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) mendorong percepatan rencana pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan Utara.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama PT INTRA di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (16/9).

Zainal mengatakan, pembangunan jalur kereta api menjadi salah satu terobosan penting untuk memperkuat konektivitas dan sistem logistik di Kaltara, terutama untuk mendukung kawasan produksi, sektor pertambangan, industri, hingga pelabuhan.

Menurutnya, persoalan biaya logistik dan efisiensi angkutan masih menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan kegiatan usaha di Kaltara.

Beban angkutan yang meningkat dan tingginya biaya operasional juga berpotensi berdampak terhadap kondisi jalan serta mobilitas masyarakat.

“Dalam konteks itulah saya memandang rencana pembangunan jaringan kereta api di Indonesia, khususnya di Kalimantan Utara, membutuhkan terobosan infrastruktur berskala besar yang membangun kawasan produksi, baik itu pada sektor pertambangan maupun sektor industri dan pelabuhan,” kata Zainal dalam sambutannya.

Ia menilai jalur kereta api nantinya tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi harus menjadi bagian dari sistem logistik terpadu yang mampu mengangkut komoditas dalam skala besar dengan tingkat efisiensi tinggi.

Zainal bahkan menyebut keberadaan kereta api berpotensi menekan biaya transportasi perusahaan. Ia memperkirakan biaya pengangkutan komoditas dapat berkurang sekitar 30 hingga 50 persen dibandingkan kondisi saat ini.

Karena itu, ia meminta FGD tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi menghasilkan komitmen dan tindak lanjut konkret. PT INTRA sebagai pihak inisiator pembangunan diharapkan membangun komunikasi intensif dan transparan dengan perusahaan-perusahaan yang berpotensi menjadi pengguna jasa.

“Kita ingin semangat yang harus kita lakukan adalah win-win solution. Pembangunan infrastruktur raksasa hanya akan terwujud apabila terdapat rasa saling percaya dan komitmen yang kuat antara pengembang dan dunia usaha,” ujarnya.

Di sisi lain, Zainal menegaskan aspek kelayakan investasi, kesesuaian tata ruang, dan keberlanjutan lingkungan harus menjadi perhatian dalam pembahasan teknis pembangunan jalur kereta api Kaltara.

Ia berharap infrastruktur tersebut mampu menjawab kebutuhan ekonomi sekaligus tetap menjaga lingkungan bagi generasi mendatang. Pemprov Kaltara, kata Zainal, siap mendorong sinergi dan memfasilitasi komunikasi antarpemangku kepentingan agar peluang kerja sama dapat direalisasikan.

“Kalau kita bangun bersama, saya yakin kita bisa menciptakan sistem logistik yang berdaya saing,” pungkasnya.