Jejak Panjang Anggota DPRD Halteng Fahris Abdullah

Penulis : Madjid | Editor : Haris | Sumber Foto: Madjid

Malut,Gpriority.co.id – Fahris Abdullah, SH, merupakan seorang aktivis dikalangan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate. Pemikiran dan gagasannya yang cerdas, ditambah dengan ketegasan dan keteguhannya kian mengukuhkan sosoknya sebagai seorang aktivis sejati. Jiwa aktivis yang melekat dalam diri Fahris Abdullah -semakin ditempa ketika menjadi Ketua Umum HMI Cabang Ternate tahun 2006-2007.

Saat duduk di bangku kuliah, Fahris banyak memikirkan pemerataan pembangunan akses jalan yang masih jauh dari harapan, setelah menyelesaikan pendidikan di kampus, Fahris memilih gabung dengan DPD II Partai Golkar Kabupaten Halmahera Tengah dan mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Periode 2009-2014 dari Daerah Pemilihan Dua yang meliputi Patani-Gebe, demi menyelamatkan sendi-sendi sosial kehidupan secara keseluruhan. Saat terpilih sebagai anggota DPRD, banyak orang menaruh harapan besar kepada Fahris. Harapan tersebut merupakan ledakan dalam sanubari masyarakat yang selama ini melihat gagasan dan pemikiran Fahris sebagai sang aktivis HMI yang memiliki pemikiran perubahan telah memperjuangkan aspirasi masyarakat. Fahris memulai berproses di Partai Golkar sejak 15 tahun lalu sebelum mencapai puncak karier di DPRD.

Fahris yang berdarah Patani ini, lebih terkesan sebagai seorang karismatik dan santun. Selain dikenal ulet tekun dan memegang prinsip, Fahris adalah tipikal politisi dengan karakter kepemimpinan politik yang tenang dan rendah hati. Hal itu nampak ketika menjadi Wakil Ketua DPRD Halteng periode 2014-2019. Personalitas politik inilah yang membuat Fahris mampu memperoleh 1.161 suara terbanyak dari calon DPRD untuk internal partai Golkar pada pemilihan legislatif 2019-2014. Politik telah menjadi nafas dalam kehidupannya, ia menyakini, pemilihan serentak mendatang, baik itu DPRD, Bupati dan Wakil Bupati tahun 2024-2029 adalah sebuah upaya membangun keadilan dan kesejhateraan masyarakat. Salah satu yang cukup fenomenal adalah akses jalan antara Halteng dan Haltim tak tersentuh APBD dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara, padahal anggaran dari provinsi cukup besar, namun pembangunan daerah-daerah masih sulit mengakses jalan antar kabupaten. Dengan potret pembangunan yang tidak berpihak kepada rakyat, maka saya slogan saya adalah “Bersikap Karena Rakyat,”.

Yang pasti saya siap bertarung dalam kontestasi pemilihan serentak 2024, apakah DPRD Provinsi, Bupati atau calon Wakil Bupati. Tetapi jika Elang-Rahim masih lanjut dua periode Bupati dan Wakil Bupati 2024-2029, maka sikap kita tetap memberikan rekomendasi untuk kedua kali periode, namun jika Elang maju calon Gubernur Maluku Utara, maka sikap saya selalu siap dalam menjatuhkan pilihan. Sudah saatnya kita Bersikap Karena Rakyat dengan lantang mengatakan tidak kepada mereka yang hanya menumpuk pembangunan pada satu daerah. Masa depan daerah ini lima tahun ke depan seutuhnya di tangan rakyat. Sebab rakyat adalah pemegang kuasa penuh untuk menentukan pemenang dalam kontestasi pemilu mendatang demi terwujudnya perubahan.