Penulis : Aflaha Rizal Bahtiar │ Editor : Dimas A Putra │ Foto : Klinik Athena
Jakarta, GPriority.co.id – Banyak yang belum mengetahui terkait produk skincare abal-abal. Bahkan, sebagian masyarakat masih terpengaruh oleh iklan skincare yang disebut bisa mencerahkan wajah dalam waktu yang singkat.
Padahal, ada kandungan berbahaya yang justru bisa merusak wajah. Mengenai skincare abal-abal ini juga dikomentari oleh Dokter Kecantikan sekaligus pendiri Klinik Athena, dr. Richard Lee.
“Saya rasa ini problem yang cukup lama terjadi di Indonesia ya. Tapi, ini menunjukkan progres yang pelan-pelan ya. Kalau kita lihat di jaman dulu sekitar 5-10 tahun lalu, ketemu skincare polosan buram masih banyak terjadi di masyarakat,” ungkapnya saat dihubungi oleh Gpriorty, Senin (28/8).
Dr. Richard juga mengomentari masyarakat di zaman dulu juga belum tahu yang namanya skincare racikan, bahkan modus-modus penjualan skincare yang abal-abal.
“Tapi sekarang makin lama makin banyak perbaikan. Tapi masih ditemui di e-commerce, skincare abal-abal dan skincare polosan,” lanjut dr. Richard Lee.
Terkait skincare abal-abal, kandungan yang berdampak bagi kulit adalah bahan skincare dengan bahan merkuri dan hydroquinone.
Dr. Richard mengatakan, kedua bahan yang digunakan pada skincare awal dipakai bisa putih dan mengkilat. Namun, lama-kelamaan akan menyebabkan wajah kemerahan.
“Jadi penggunaan merkuri dan hydroquinone sama kayak penggunaan narkoba nya pada kulit. Di awal dipakai nyaman dan bagus, tapi kalau nggak dipakai 2-3 hari akan kusam dan hitam,” lanjut dr. Richard.
Isu skincare abal-abal lewat rayuan iklan juga ditanggapi oleh dr. Richard Lee. Di mana salah satu cara untuk tidak terpengaruh oleh iklan skincare abal-abal adalah dengan memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Kita memberikan edukasi ke masyarakat dan memberitahu bahwa skincare mengandung merkuri dan hydroquinone dapat berbahaya dan merusak wajah kita, juga kulit kita dan merusak masa depan kita,” ungkapnya.
“Kedua juga mendorong BPOM untuk melakukan tindakan terhadap produk-produk yang abal-abal yang masih tersebar,” ucapnya.
Selain itu, dr. Richard juga merasa miris terhadap skincare dengan etiket biru yang dijual bebas oleh oknum-oknum klinik.
“Sebenarnya skincare dengan etiket biru itu dari dokter dan apotik ya. Harusnya sebenarnya dokter harus memeriksa dan merasakan. Tapi, ada beberapa oknum dokter yang mempermainkan resep dan apotiknya sehingga memproduksi dalam jumlah banyak dan dijual bebas,” komentar dr. Richard Lee.
Tentunya, penggunaan skincare abal-abal juga memiliki efek jangka pendek dan juga panjang. Salah satu dampak efek jangka pendek mulai dari wajah kemerahan sampai kulit menipis. Sedangkan jangka panjangnya mulai dari jerawatan, beruntusan, flek hitam, dan menyebabkan gagal ginjal sampai kanker.
“Merkuri itu bisa menyebabkan gagal ginjal, gangguan fungsi saraf, dan juga kanker kalau penggunaan merkuri,” pungkasnya.
