Jakarta, GPriority.co.id – Masyarakat Indonesia digegerkan dengan sebuah unggahan video di TikTok yang menggambarkan hasil perolehan sementara dari perhitungan suara pemilu 2024 Indonesia.
Hasil perhitungan suara pemilu 2024 itu terdiri dari 6 negara, termasuk Jepang, Taiwan, Malaysia, dan Arab Saudi. Kemudian, Korea Selatan dan juga Singapura. Dalam perolehan suara tersebut, pasangan calon nomor urut dua Pabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul dibanding dua paslon lainnya.
Selain itu, beredar juga sebuah poster hasil penghitungan suara Pilpres 2024 untuk tiga paslon capres-cawapres. Dalam poster tersebut, terlihat Capres-Cawapres 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar menang telak di enam negara.
Anies-Muhaimin nampak unggul jauh dari Capres-Cawapres 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming. Tidak hanya itu, Capres-Cawapres 03 Ganjar Pranowo-Mahfud MD juga kalah telak dalam informasi tersebut.
Namun, masyarakat Indonesia diperingatkan harus bijak dalam menelan segara informasi, khususnya tentang pemilu 2024 ini. Karena faktanya, penghitungan suara pemilu 2024 di luar negeri dilakukan pada 14 – 15 Februari 2024.
Menanggapi berita hoax yang beredar ini, KPU RI menegaskan, informasi hasil penghitungan suara Pemilu 2024 luar negeri yang beredar di masyarakat adalah hoaks. Karena, proses penghitungan suara Pemilu 2024 di luar negeri disamakan dengan di dalam negeri.
“Publikasi hasil penghitungan suara Pemilu Luar Negeri tersebut adalah tidak benar. Penghitungan suara pemilu yaitu pada tanggal 14-15 Februari 2024,” ujar Ketua KPU RI, Hasyim Asy’ari.
Hasyim mengatakan bahwa pemungutan suara di luar negeri memang dilakukan lebih awal (early voting) dibandingkan dalam negeri. Pemilu luar negeri juga dilaksanakan dalam tiga metode, yaitu metode TPS LN, Pos, dan KSK (Kotak Suara Keliling).
“Dengan demikian, bila sudah ada publikasi hasil penghitungan suara LN sebelum 14 Februari 2024. Kami pastikan itu adalah tidak benar,” ungkap Hasyim.
Foto : TikTok / @pudifauzy
