H-1 Pemilu 2024, Ini Dia Sejarah Pemilu Indonesia dari Masa ke Masa

Jakarta, GPriority.co.id – Pada hari Rabu (14/2) besok, seluruh rakyat Indonesia merayakan pesta demokrasi pemilu 2024. Sedangkan dari hari Minggu kemarin, sudah memasuki masa tenang kampanye. Semua baliho dan spanduk kampanye yang biasa ditemukan di jalanan, juga bersih.

Namun tahukah anda, bahwa pemilu Indonesia pertama dilaksanakan pada tahun 1955. Dikutip dari laman resmi KPU RI, saat itu Indonesia dipimpin oleh Presiden Soekarno dan Wapres Moh. Hatta.

Di tahun 1955, untuk pertama kalinya, pemilu perdana sukses dilakukan di Indonesia.

Dalam tahun ini diadakan dua kali pemilu, pertama pada 29 September 1955 untuk memilih anggota DPR, dan kedua pada 25 Desember 1955 untuk memilih anggota Konstituante.

Pada tahun 1971-1997, terjadi enam kali penyelenggaraan pemilu. Di masa tersebut, pemilu hanya diperuntukan untuk memilih anggota DPR, DPRD Tingkat I dan DPRD Tingkat II.

Sementara pemilihan presiden dipilih oleh MPR. Pemilu di tahun 1971, digelar dengan berbagai partai politik.

Dalam pemilu tersebut, Golkar menjadi parpol pemenang dengan perolehan suara terbanyak yakni 62,82 persen. Kemudian di pemilu 1977-1997, persaingan juga masih didominasi oleh Golkar.

Pada masa reformasi, Soeharto berhasil diturunkan dari jabatan presiden. Hal itu menandai sebuah perjuangan baru yang disebut masa reformasi.

Awal reformasi, Indonesia dipimpin oleh BJ Habibie yang saat ini menjabat wapres kemudian diangkat menjadi presiden. Pada masa inilah, pemilu kembali digelar.

Semula pemilu dilakukan pada 2002 tetapi dipercepat menjadi tahun 1999. Pemilu 1999 diikuti oleh 48 partai politik.

Pelaksanaan pemilu ini diadakan pada 7 Juni 1999. Namun tak berselang lama, BJ Habibie turun dari jabatannya.

Alhasil, MPR RI menunjuk Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI. Kemudian pasangan tersebut diganti oleh Megawati Soekarnoputri dan Hamzah Haz.

Pada pemilu 2004, menjadi momen pertama pemilihan presiden dipilih langsung oleh rakyat. Pemberlakuan aturan ini terjadi pasca perubahan amandemen UUD 1945.

Selain presiden dan wakil presiden, pemilu kali ini juga memerintahkan dibentuknya Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Tercatat ada 24 partai politik yang ikut dalam pemilu 2004.

Pelaksanaan pemilu dilakukan 5 April 2004. Dari pemilu 2004, terpilih Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla sebagai Presiden-Wapres RI periode 2004-2009.

Pada Pemilu 2009 ini, diikuti oleh 44 partai politik. Puluhan parpol itu tercatat sebagai peserta Pemilu 2009, dan diadakan dalam dua waktu berbeda.

Pertama pada 9 April 2009 untuk memilih DPR, DPD, dan DPRD. Sementara pada 8 Juli 2009 dilaksanakan pemilu untuk memilih presiden dan wakil presiden.

Pemenang dari pemilu 2009 adalah Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono. SBY berhasil meraih kemenangan untuk dua periodenya.

Berselang lima tahun, pemilu 2014 pun digelar. Pada pemilu kali ini ada 15 parpol yang ikut.

Pelaksanaan pemilu untuk memilih DPR, DPD, DPRD, digelar pada 9 April 2014. Sementara pemilu untuk presiden dan wakil presiden digelar 9 Juli 2014.

Pada Pemilu 2014 ini, pasangan Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla. Pada pemilu tersebut, sekaligus menyudahi masa oposisi PDIP selaku parpol pengusung Jokowi.

Pemilu 2019 digelar pada 17 April 2019. Pemenang pemilu 2019 adalahJoko Widodo dan Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI.

Kini pemilu 2024 akan digelar pada 14 Februari 2024 besok. Pemilihan kali ini akan digelar serentak untuk memilih DPR, DPD, DPRD, dan presiden-wakil presiden. Pemilu 2024 dinilai sebagai pemilu terbesar sepanjang sejarah.

Foto : PR Indonesia