5 Tips Menjauhkan Anak dari Makanan Cepat Saji

Jakarta, GPriority.co.id – Makanan cepat saji atau junk food merupakan jenis makanan yang paling disukai oleh anak-anak. Padahal, makanan cepat saji atau junk food, memiliki segudang bahaya apalagi bila dikonsumsi oleh anak-anak.

Salah satu bahaya makanan cepat saji atau junk food untuk anak-anak, adalah bisa menyebabkan gangguan pencernaan.

Junk food mengandung tinggi garam, gula, pewarna buatan, dan lemak tidak sehat, yang dapat memperlambat proses pencernaan dan menyebabkan rasa tidak nyaman.

Berikut ini 5 tips untuk menjauhkan anak dari makanan cepat saji atau junk food.

1. Jangan beri contoh untuk sering makan junk food

Anak akan meniru kebiasaan orang tuanya. Oleh karenanya, tips pertama dimulai dari pembiasaan yang diterapkan oleh orang tuanya sendiri. Jika anak sering melihat orang tuanya makan junk food, maka besar kemungkinan mereka juga akan mengikutinya.

2. Berikan alternatif makanan yang lebih sehat

Isilah dapur anda dengan makanan-makanan ringan yang bergizi seperti buah-buahan, kacang-kacangan, yoghurt, biskuit gandum, atau cemilan yang lebih sehat, untuk menghindarkan kemungkinan anak mengkonsumsi makanan junk food. Untuk makanan besar, anda bisa memilih untuk memasak di rumah daripada membelinya di luar.

3. Libatkan anak saat membeli makanan

Selalu libatkan anak untuk merencanakan dan membeli makanan. Ajak mereka berbelanja dan memilih makanan yang mereka suka. Namun usahakan untuk menghindari makanan junk food. Pilihlah makanan dengan bahan-bahan yang lebih sehat.

4. Biasakan disiplin dalam mendidiknya

Sebenarnya sesekali makan junk food, tidak menjadi masalah. Tetapi jangan sampai keseringan. Ajari anak tentang pentingnya nutrisi seimbang dalam setiap makanan yang dikonsumsi. Karena setiap makanan yang dikonsumsi, dapat berpengaruh besar pada kondisi tubuh anak.

5. Tetapkan batasan dalam mengkonsumsi junk food

Ajari anak soal makanan padat nutrisi yang lebih baik dibandingkan makanan olahan. Batasan juga bisa anak tegaskan kepada anak untuk mengonsumsi junk food. Seperti hanya 1-2 kali dalam seminggu. Atau ketika benar-benar dalam keadaan mendesak.

Foto : News-Medical