Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, mengibaratkan rakyat kecil yang main saham, sama saja seperti berjudi.
Presiden Prabowo mengungkapkan hal ini dalam acara Sidang Tanwir dan Resepsi Milad ke-112 Muhammadiyah di Kupang.
“Saya kasih tahu ya, main-main sama itu kalau orang kecil ya pasti kalah, itu untuk orang kecil biasanya sama dengan judi. Itu yang menang ya bandar yang besar, yang kuat, ya kan?” kata Presiden Prabowo seperti dilansir dari Antara.

Ia juga mengingatkan adanya potensi tekanan terhadap pasar modal Indonesia jika program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepenuhnya diterapkan.
“Saya nggak punya saham, saya bilang dan rakyat di desa-desa tidak punya saham. Kalau saham jatuh, iya pemain-pemain bursa itu,” ujarnya lebih lanjut.
Prabowo menceritakan pengalaman seorang teman yang stres karena berinvestasi saham menggunakan algoritma matematika, yang membuatnya panik setiap kali harga saham bergerak sedikit.
Respon terhadap pernyataan tersebut datang dari Bursa Efek Indonesia (BEI), yang melalui Direktur Pengembangan Jeffrey Hendrik menyatakan sependapat dengan Prabowo.
Jeffrey menekankan bahwa keputusan investasi harus didasarkan pada pemahaman terhadap fundamental perusahaan, bukan hanya mengikuti rekomendasi influencer atau rumus tanpa dasar yang jelas.
Menurut BEI, keputusan yang tidak rasional seperti itu bisa merugikan investor kecil, yang pada akhirnya akan kalah dalam pasar saham.
BEI Akan Terus Edukasi Pasar Saham
Sementara itu, menanggapi seruan Presiden Prabowo, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna secara tegas tidak akan menanggapinya.
Namun Nyoman mengatakan jika pihaknya terus melakukan langkah edukasi pasar saham kepada masyarakat Indonesia.
“Saya tidak akan berkomentar terhadap hal tersebut. Hal yang ingin saya sampaikan adalah bursa akan terus melakukan edukasi tentang literasi,” kata Nyoman pada Kamis (5/12) kemarin.

Nyoman mengakui jika saat ini pihak BEI telah memiliki program edukasi terkait pasar modal terpadu.
Melalui program tersebut, BEI akan fokus mengedukasi para investor untuk bertransaksi secara benar.
Foto : Ilustrasi / Getty Images
