Jakarta, GPriority.co.id – Gubernur Bali I Wayan Koster, dikabarkan menolak kebijakan keluarga berencana nasional Indonesia dengan dua anak. Hal ini diungkapkan dalam Kongres Daerah IA ITB Bali ke-11 di Denpasar (kongres daerah alumni ITB), sebagaimana dikutip dari ANTARA.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster mengimbau keluarga Hindu Bali untuk memiliki hingga empat anak demi melestarikan warisan budaya pulau tersebut.
“Jika budaya Bali tidak dilindungi dengan baik, pulau ini kecil, populasinya terbatas, lalu siapa yang akan mengurusnya di masa depan?” katanya, seraya memperingatkan bahwa tanpa cukup banyak praktisi adat, ritual dan upacara penting bisa hilang.
Menurut laporan, saat ini Pemprov Bali sedang mendorong kebijakan empat anak di antara keluarga setempat, dengan fokus mendorong kelahiran anak ketiga dan keempat, khususnya yang bernama ‘Nyoman’ dan ‘Ketut’.
Dilansir dari Radar Buleleng, hingga 25 Maret, Kepala Dinas Kebudayaan Bali (Kadis Kebudayaan Provinsi Bali), Prof. I Gede Arya Sugiartha, membenarkan bahwa program insentif tersebut masih dalam tahap awal perumusan dan belum dilaksanakan.
Proses perumusan ini melibatkan perancangan manfaat dan mekanisme dukungan khusus yang akan membuat keluarga besar lebih layak bagi rumah tangga setempat.
Satuan tugas khusus juga dibentuk pada 2023 untuk mendukung pertumbuhan populasi sebagai bagian dari program percepatan yang lebih luas, yang menandakan bahwa provinsi tersebut melihat strategi pelestarian budaya ini sebagai komitmen jangka panjang.
Program Empat Anak di Bali Tuai Respon Positif
Adapun, program empat anak di Bali yang ditegaskan Gubernur Koster, mendapat respon positif dari para Alumni ITB yang hadir dalam agenda tersebut. Para alumni terlihat kompak berfoto dengan gaya empat jari, yang menandakan dukungan mereka terhadap program yang digagas oleh Gubernur lulusan ITB tersebut.
“Di Bali bukan persoalan jumlah siapa yang datang ke Bali, tetapi siapa yang kita ajak untuk mengurus budaya,” ujar Gubernur Koster seperti dikutip dari ANTARA.
Editor: Novita Intan
Foto : Dok. ANTARA
