Xi Jinping Tegaskan China Siap Perang Dengan AS

Xi Jinping Tegaskan China Siap Perang Dengan AS Xi Jinping Tegaskan China Siap Perang Dengan AS

Jakarta, GPriority.co.id – Konflik perang dagang China-AS semakin memanas, hingga baru-baru ini Presiden Xi Jinping menegaskan jika China siap perang dengan AS.

Xi Jinping kini memerintahkan para pejabat sipilnya untuk bersiap perang, buntut perang tarif dengan AS yang dipicu oleh kebijakan Presiden Donald Trump. Sementara itu, para birokrat di kementerian luar negeri dan perdagangan China juga diperintahkan untuk membatalkan liburan dan selalu siaga dalam kondisi saat ini.

Dari sisi lain, diplomat Beijing juga dikerahkan untuk membentuk aliansi dengan negara-negara lain yang ikut terdampak kebijakan tarif Trump, termasuk Eropa, Jepang, dan Korea Selatan. Adapun respon keras ini muncul usai terjadi eskalasi tarif antara kedua negara. Puncaknya, terjadi saat AS menetapkan tarif hingga 145 persen, sementara China membalas dengan tarif 125 persen.

Ketegangan yang terjadi saat ini mencerminkan kian buruknya hubungan bilateral yang awalnya berjalan baik saat Trump kembali menjabat beberapa waktu lalu. Berbagai upaya komunikasi tingkat tinggi seperti antara diplomat senior atau melalui tokoh seperti Elon Musk dan Marco Rubio yang dilakukan sejauh ini, dilaporkan gagal terwujud.

Kendati Trump menyatakan jika dirinya siap dapat bertemu Presiden Xi Jinping, namun hingga kini belum ada langkah konkret yang menuju terwujudnya pertemuan tersebut. China juga menilai jika dialog seharusnya diawali dengan kesepakatan kerja sebelum pertemuan puncak terjadi. Saat ini Gedung Putih dikatakan lebih ingin jika komunikasi antar pemimpin dilakukan secara langsung.

Kemenkeu China: Tindakan AS Intimidasi Sepihak

Sebelumnya, usai tensi perang kenaikan tarif antar China-AS kian memanas, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) China menilai jika AS melanggar hukum ekonomi internasional dan merupakan bentuk dari intimidasi sepihak.

Tak sampai disitu, China juga telah mengajukan keluhan resmi tambahan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) atas tarif terbaru yang diberlakukan Presiden Trump. China memiliki misi di WTO yang menyebut jika keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menunda tarif tinggi pada beberapa negara lain, sebagian dipengaruhi oleh tekanan dari pihak Beijing.

Kendati demikian, China menganggap jika langkah AS hanyalah simbolis dan tidak cukup untuk dapat meredakan konflik.

Editor: Novita Intan

Foto : Dok. France 24