Jakarta, GPriority.co.id – “Dunia membutuhkan wanita yang kuat. Wanita yang akan mengangkat dan membangun orang lain, yang akan mencintai dan dicintai, wanita yang hidup dengan berani, lembut dan galak, wanita dengan keinginan yang tak tergoyahkan.” – Amy Tenney.
Sepenggal kata oleh Amy Tenney, pengacara dan politikus Amerika yang menjabat sebagai perwakilan AS untuk distrik kongres ke-24 New York sejak 2023 itu tercermin dalam perjuangan seluruh perempuan di dunia.
Termasuk dari Iriane Iliyas, Wakil Bupati (Wabup) Morowali periode 2024-2029. Pemimpin perempuan pertama di Morowali dengan segudang pengalaman itu memiliki tekad memperjuangkan hak-hak perempuan yang belum terpenuhi.
Dari pengalamannya sebagai anggota DPRD Morowali selama tiga periode, Iriane menampung seluruh aspirasi masyarakat tanpa terkecuali, termasuk aspirasi perempuan.
“Selama ibu memimpin sebagai anggota DPRD sebelum jadi Wakil Bupati, ibu itu tetap memperjuangkan aspirasi masyarakat yang dari daerah pemilihan ibu. Apa kebutuhan, aspirasi mereka ibu perjuangkan,” kata Iriane kepada GPriority.
Tak berhenti disitu, Iriane yang juga aktif dalam kegiatan perempuan di daerahnya, membuka peluang bagi perempuan Morowali agar bisa mandiri. Bahkan, peluang agar perempuan berdaya ia bagikan mulai dari cara membuat kue, menjual es hingga menjahit.
“Jadi ibu membantu mereka seperti mereka membuat kue, menjual es, yang pintar menjahit kami bisa bantu dengan mesin jahit. Membuat kue, membuat es itu bisa kami bantu dengan kulkas freezer,” tuturnya.
Lewat cara ini, menurut Iriane perempuan tidak hanya mengandalkan penghasilan suami, terlepas dari perannya sebagai ibu rumah tangga. Perempuan, kata Irene harus tetap berkarya.
“Mari kita bekerja membantu penghasilan suami-suami. Jangan kita hanya ikut perempuan itu, jangan hanya tinggal di rumah, mengharapkan penghasilan suami. Perempuan itu harus berkarya juga,” kata Irene.
Disamping itu, Iriane yang merupakan seorang single women, tetap memperhatikan waktu bagi keluarga. Menurutnya, hal ini wajib diterapkan bagi perempuan yang tengah berjuang.
Lebih lanjut, Iriane memiliki program dalam pemberdayaan perempuan. Ia menilai kemandirian perempuan perlu didukung kebijakan yang kuat, seperti program pelatihan. Selain itu, Irene berkomitmen agar pemberdayaan perempuan berada di dinas tersendiri.
“Agar supaya kita bisa mengasihkan dana untuk kaum-kaum perempuan yang ada di Kabupaten Morowali. Untuk mereka bisa kita buatkan pelatihan, buat kaum-kaum perempuan. Makanya Ibu sementara sekarang berjuang agar pemberdayaan perempuan itu dinas sendiri. Jangan lagi gabung di Pemerintah Desa. Biar lebih terfokus,” tukasnya.
Foto: Istimewa
