Hari Buruh 1 Mei, Begini Sejarahnya

Jakarta , GPriority.co.id – Hari Buruh, yang dirayakan pada tanggal 1 Mei, memiliki sejarah panjang yang terkait dengan perjuangan kelas pekerja untuk meraih hak-hak industrial dan ekonomi. Perayaan ini lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja di Amerika Serikat dan Eropa Barat.

Pada abad ke-19, kapitalisme industri berkembang pesat di Amerika Serikat dan Eropa Barat. Namun, kondisi kerja di pabrik-pabrik sangat buruk, dengan jam kerja yang panjang dan upah yang minim. Hal ini memicu perlawanan dari kalangan kelas pekerja.

Pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat terjadi pada tahun 1806 oleh pekerja Cordwainers. Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan mengangkat fakta bahwa kelas pekerja pada era tersebut bekerja dari 19 sampai 20 jam sehari.

Peter McGuire dan Matthew Maguire dianggap sebagai tokoh yang menyumbangkan gagasan untuk menghormati para pekerja. Mereka berdua memainkan peran penting dalam mengorganisasi para pekerja dan memperjuangkan hak-hak mereka.

Pada tahun 1882, parade Hari Buruh pertama diadakan di kota New York dengan peserta 20.000 orang. Pada tahun 1894, Presiden Grover Cleveland menandatangani undang-undang yang menjadikan minggu pertama bulan September hari libur umum resmi nasional.

Kongres Internasional Pertama pada tahun 1866 di Jenewa, Swiss, menetapkan tuntutan mereduksi jam kerja menjadi delapan jam sehari. Tanggal 1 Mei dipilih sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia pada Kongres 1886.

Foto: Pinterest