Diberlakukan Dedi Mulyadi, Ini Skema Kegiatan Siswa di Barak Militer

Diberlakukan Dedi Mulyadi, Ini Skema Kegiatan Siswa di Barak Militer Diberlakukan Dedi Mulyadi, Ini Skema Kegiatan Siswa di Barak Militer

Jakarta, GPriority.co.id – Nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi belakangan ini ramai disorot usai memberlakukan kebijakan barak militer bagi ‘siswa nakal’ dan ‘siswa gemulai’.

Para siswa tersebut diwajibkan untuk mengikuti barak militer selama 2 minggu, untuk menimbulkan efek jera lewat latihan disiplin yang diterapkan, sesuai dengan tujuan yang disampaikan oleh Dedi.

Adapun kategori siswa yang wajib mengikuti kegiatan barak militer diantaranya adalah mereka yang suka tawuran, tukang mabuk, suka bermain game mobile legends, suka melawan orang tua, perokok, hingga mereka yang terindikasi gemulai.

Hingga saat ini, berdasarkan laporan yang dikutip dari ANTARA, puluhan siswa sudah merasakan pendidikan barak militer tersebut. Diantaranya 39 siswa SMP dari Purwakarta.

Sayangnya, disamping menerima pujian, program barak militer dari Gubernur Dedi Mulyadi ini juga mendapat kritik. Menurut Yayan Sakti Suryandaru yang merupakan Dosen Departemen Komunikasi FISIP Universitas Airlangga Surabaya, 2 minggu bukan waktu yang cukup untuk memperbaiki karakter siswa.

Sementara menurut Wamendagri Bima Arya, setiap program pemerintah harus disiapkan secara hati-hati, serta melibatkan para pakar, pemerhati keluarga, ahli ilmu keluarga, serta psikolog. Pemerintah juga harus bisa berkoordinasi terlebih dahulu dengan keluarga siswa  yang bersangkutan.

Lalu, bagaimana skema kegiatan pendidikan di barak militer pada umumnya?

Dalam mencari informasi terkait hal ini, tim GPriority mencoba meminta keterangan dari salah satu wali murid yang anaknya mengenyam pendidikan militer.

Menurut wali murid tersebut, setiap jam 4 pagi, siswa beragama muslim diwajibkan untuk bangun tidur dan bersiap melaksanakan salat subuh. Kemudian berlanjut ke jam 5.30, mereka harus melaksanakan olahraga selama 30 menit, dilanjut dengan mandi pada pukul 6 pagi.

Setelah mandi, pada pukul 6.30 mereka harus sarapan yang hanya diberi waktu selama 15 menit, sebelum pukul 6.45 kegiatan belajar dimulai. Pada pukul 19.15, barulah siswa akan kembali ke barak untuk istirahat sebentar, dan pukul 21.00 dilaksanakan apel malam. Rangkaian kegiatan akan berakhir pada pukul 22.00, dimana siswa wajib tidur di jam tersebut.

Selain itu, ada beberapa peraturan juga yang diterapkan pada barak militer yang bertujuan untuk membina karakter siswa.

Seperti sebelum makan, posisi siswa berdiri di samping meja makan dan mengikuti aba-aba tata cara makan. Siswa juga wajib membawa peralatan makan masing-masing.

Untuk alat komunikasi, akan diserahkan pada hari Minggu malam setelah apel, dan akan dikembalikan pada hari Sabtu di minggu depan setelah kegiatan ekstrakulikuler. Siswa juga wajib berambut cepak, dengan batasan tak bisa dijambak. Terakhir, mereka juga harus memiliki wajah yang bersih. Apabila berjerawat, maka akan diminta melakukan perawatan secara mandiri.

Dapat disimpulkan, jika pelatihan barak militer bukan hanya berkaitan dengan kedisiplinan, namun juga sebagai bentuk latihan mental dan fisik, serta pembinaan karakter yang baik. Namun, mungkin ada benarnya jika karakter siswa tidak dapat dengan mudah hanya diubah dalam waktu 2 minggu sehingga memang dibutuhkan waktu yang lebih lama keberhasilan pendidikan tersebut. Bagaimana menurut anda?

Editor: Novita Intan

Foto : Dok. Instagram/@dedimulyadi71