GIIAS 2025 Hadirkan Pilihan Merek Otomotif Global

Jakarta, GPriority.co.id – Persiapan pameran otomotif terbesar di Indonesia, GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, semakin matang. Ajang ini akan berlangsung pada 24 Juli hingga 3 Agustus 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang.

Ketua Umum GAIKINDO, Yohannes Nangoi, menyatakan bahwa GIIAS memiliki keunikan tersendiri dibandingkan pameran otomotif internasional lainnya.

“Kehadiran berbagai merek kendaraan dari Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Korea, China, hingga Vietnam menjadikan GIIAS sebagai pameran dengan variasi merek otomotif paling lengkap,” ujar Nangoi.

Ia menegaskan bahwa GIIAS 2025 tidak hanya menjadi ajang pamer teknologi dan kendaraan terbaru, tetapi juga menjadi wujud semangat GAIKINDO dalam mendorong kemajuan industri otomotif nasional. Tahun ini, GIIAS memasuki penyelenggaraan ke-32.

GIIAS 2025 akan menampilkan partisipasi 38 merek kendaraan penumpang, 4 merek kendaraan komersial, 15 merek sepeda motor, 4 merek karoseri, serta lebih dari 100 merek dari industri pendukung otomotif. Dengan total exhibitor lebih dari 60 merek, GIIAS 2025 diproyeksikan sebagai pameran otomotif terbesar dan terlengkap sepanjang sejarah GAIKINDO.

“Keikutsertaan merek ternama dunia menegaskan posisi strategis GIIAS di peta industri otomotif nasional dan internasional,” jelas Rizwan Alamsjah, Ketua Penyelenggara Pameran GAIKINDO.

Ia menambahkan bahwa hampir seluruh peserta tahun ini akan memperkenalkan teknologi dan produk kendaraan terbaru.

Seluruh area ICE BSD akan dimanfaatkan, termasuk 11 hall utama. Hall 1–3A akan diisi oleh merek kendaraan komersial seperti Hino, Isuzu, Mitsubishi Fuso, dan UD Trucks, serta merek penumpang seperti Hyundai, KIA, Mercedes-Benz, Nissan, Subaru, dan lainnya.

Convention Hall akan menampilkan BMW, Ford, Geely, MINI, dan Polytron. Sementara Hall 5–10 akan diisi oleh merek besar seperti Toyota, Honda, Mitsubishi Motors, Daihatsu, Suzuki, dan Wuling. Hall 11 akan menghadirkan produsen karoseri nasional dan ratusan merek industri pendukung otomotif.

Foto: GIIAS