Jakarta, GPriority.co.id – Perang Iran-Israel terus memanas hingga kini, ketika keduanya saling lempar senjata. Terbaru, Iran mengancam beberapa negara seperti AS, Inggris, hingga Prancis, untuk menyerang markas dan kapal militernya, apabila mereka membantu Israel.
Ancaman tersebut diutarakan Iran usai Presiden Donald Trump dan Presiden Emmanuel Macron menyatakan dukungan secara terbuka kepada Israel, beberapa waktu lalu.
“Setiap negara yang ikut menangkal serangan Iran ke Israel akan menjadi sasaran semua pangkalan regional pemerintah yang terlibat,” sebut Pemerintah Iran.
Sebelumnya, serangan Israel kepada Iran menyebabkan 78 warganya tegas. Termasuk tokoh-tokoh penting seperti jenderal dan ilmuwan nuklir. Bahkan serangan tersebut juga merusak fasilitas nuklir Natanz, dan dikhawatirkan dapat menyebabkan kontaminasi radiasi.
Iran juga menyebut jika Israel tengah mengembangkan pemicu bom nuklir. Secara tegas, Kepala Baru Garda Revolusi Iran mengancam akan membalas Israel dengan menyebut akan “membuka gerbang neraka”.
Konflik Iran-Israel kian meradang setelah batalnya rencana perundingan perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat. Pihak IAEA (Badan Tenaga Atom Internasional) juga menekankan bahaya yang mengintai dari adanya serangan terhadap situs nuklir Iran.
Israel telah meluncurkan serangan besar ke daerah Teheran yang merusak sistem pertahanan dan fasilitas sipil. Serangan tersebut menewaskan 60 orang, termasuk anak-anak di dalamnya.
Membalas Israel, Iran kemudian mengirimkan ratusan rudal dan drone ke wilayah negara tersebut. Akibatnya, menewaskan tiga orang, sementara puluhan lainnya terluka.
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, kini saling mengancam satu sama lain, dan belum ada tanda-tanda jika kedua negara tersebut akan berdamai dalam waktu dekat.
Foto : Dok. The Sun
