Jakarta, GPriority.co.id – Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Lafeu yang berada di Bungku Selatan, Morowali dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor, Dirjen Tata Ruang, Kementerian ATR/BPN bersama sejumlah Kementerian/Lembaga.
Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas bersama Sekda Morowali, Yusman Mahbub dan sejumlah OPD terkait serta Wakil Ketua DPRD Morowali Ihwan Mohammad Taiyeb turut hadir dalam rakor yang digelar di Kantor Dirjen Tata Ruang, Kementerian ATR/BPN, Jakarta pada (25/6).
Dalam paparannya, Wabup Iriane menyebut kawasan Lafeu memiliki luas 4.484,89 hektar yang tersebar di 7 desa wilayah Kecamatan Bungku Pesisir. Menurutnya, kawasan ini menjadi antensi penting Pemkab Morowali dalam mendukung iklim investasi.
“Tujuan dari RDTR ini kan untuk menjadi kawasan salah satunya investasi,” kata Iriane
Iriane merinci, ketujuh desa yang masuk kedalam Kecamatan Bungku Pesisir antara lain, Desa Lafeu itu dan sekitarnya ada desa Tangofa, desa One Ete, desa Tanda Oleo, Desa Lafeu, Desa Torete, Buleleng, dan Laroenai.
Iriane mengatakan, rencananya kawasan Lafeu menjadi sasaran baru pertambangan nikel. Selain itu, kawasan ini bakal dibangun jalan tol untuk mendukung mobilitas kawasan industri. “Mudah-mudahan Lafeu itu akan ada nanti jalan tol,” tuturnya.
Sementara itu, Dirjen Tata Ruang, menyatakan dukungannya terhadap percepatan RDTR Kawasan Lafeu. “Ini menjadi tata ruang yang betul-betul dapat mendorong kualitas yang lebih baik, sehingga ini nanti akan juga untuk mendorong kegiatan administrasi dan kegiatan kapasitas,” kata Suyus.
Selain RDTR kawasan Lafeu, turut dibahas RDTR kawasan perkotaan Sekitar KEK dan KI Batu Licin dan RDTR Kawasan Perkotaan Angsana serta RDTR Kawasan Perkotaan Tolitoli.
Foto: GPriority/Rizki Dimuharam
