Jakarta, GPriority.co.id – CEO Alphabet dan Google, Sundar Pichai, mengumumkan peningkatan signifikan dalam adopsi produk kecerdasan buatan (AI) yang menyasar konsumen. Hal ini disampaikan dalam laporan keuangan kuartal kedua 2025 kepada investor, Minggu (27/7), seperti dikutip dari TechCrunch.
Salah satu pencapaian terbesar adalah AI Overviews, fitur berbasis AI di Google Search yang kini telah menjangkau 2 miliar pengguna bulanan, naik dari 1,5 miliar pengguna pada Mei 2025. Fitur ini menampilkan ringkasan hasil pencarian dengan respons AI generatif.
Aplikasi Gemini juga mengalami pertumbuhan pesat, dengan 450 juta pengguna aktif bulanan.
“Kami terus melihat pertumbuhan dan keterlibatan yang kuat, dengan permintaan harian meningkat lebih dari 50 persen dibanding kuartal sebelumnya,” ujar Pichai dilansir Antara.
Selain itu, fitur AI Mode, cara baru dalam menggunakan Google Search berbasis percakapan AI, kini digunakan oleh lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanan. Fitur ini telah tersedia di Amerika Serikat dan baru saja diluncurkan di India, dengan rencana ekspansi ke negara lain.
Pichai mengungkapkan bahwa AI Mode ke depan akan diperkuat dengan Deep Search dan respons yang lebih personal, memperluas kapabilitas pencarian berbasis AI.
Dukungan untuk Pengembang dan WorkspaceDalam laporan tersebut, Google juga mencatat bahwa lebih dari 9 juta pengembang telah menggunakan Gemini, sementara sejak Mei 2025, lebih dari 70 juta video telah dibuat menggunakan model AI video Veo 3.
Sementara itu, Google Vids, fitur di Google Workspace yang memungkinkan pengguna membuat video dari teks menggunakan Veo, kini mendekati 1 juta pengguna aktif bulanan. Fitur AI untuk catatan otomatis di Google Meet juga mencatat penggunaan oleh lebih dari 50 juta pengguna.
Peningkatan adopsi ini mencerminkan minat tinggi konsumen terhadap layanan AI Google. Misalnya, AI Overviews dilaporkan mendorong peningkatan lebih dari 10 persen pada jenis kueri tertentu di Google Search.
Namun demikian, sejumlah analis menilai sulit mengukur keterlibatan aktif pengguna, mengingat integrasi fitur AI yang agresif di berbagai platform Google.
Secara keseluruhan, Google melaporkan bahwa jumlah token yang diproses di seluruh platformnya telah mencapai 980 triliun token per bulan, naik dua kali lipat dari 480 triliun pada konferensi pengembang Mei lalu.
“Kami melihat permintaan yang signifikan terhadap portofolio produk AI kami yang komprehensif. Semua ini dimungkinkan berkat investasi jangka panjang kami dalam pendekatan AI yang menyeluruh dan berbeda,” ungkap Pichai.
Saham Google Turun Imbas Rencana Belanja ModalMeski mencatat pertumbuhan positif di sisi pengguna dan teknologi, investor justru merespons negatif rencana Google untuk meningkatkan belanja modal guna memperkuat persaingan di sektor AI. Akibatnya, harga saham Alphabet mengalami penurunan setelah laporan keuangan dipublikasikan.
