Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo resmi melantik Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) sebagai Menteri Haji dan Umrah di Istana Kepresidenan, pada Rabu (8/9).
Sebelum resmi dilantik, namanya sudah menguat dan disebut akan menjadi Menteri Haji dan Umrah usai lembaga tersebut resmi menjadi kementerian.
Selain itu, isu terkait calon Menteri Haji dan Umrah sempat dibicarakan dalam rapat evaluasi Haji 2025 di DPR, Rabu (27/8) lalu. Kala itu hadir juga Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Diungkapkan oleh Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang, Gus Irfan menjadi calon menteri pertama yang memimpin Kementerian Haji.
“Nanti Gus Irfan tidak lagi jadi Kepala Badan, tapi jadi Menteri Haji,” ungkap Marwan saat itu.
Pada pelantikan hari ini, ada juga sosok Dahnil Anzar Simanjuntak yang dilantik sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah.
Sebelumnya, Gus Irfan merupakan Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji). Sementara Dahnil sendiri merupakan Wakil Kepala BP Haji.
Pelantikan keduanya bersamaan dengan tiga menteri lainnya. Diantaranya Purbaya Yudhi Sadewa (dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani), Ferry Juliantono (dilantik sebagai Menteri Koperasi yang menggantikan Budi Arie Setiadi), serta Mukhtarudin (dilantik sebagai Menteri PPMI yang menggantikan Abdul Kadir Karding).
“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ujar para menteri yang dilantik.
“Bahwa saya dalam menjalankan tugas dan jabatan akan menjunjung tinggi etika dan jabatan bekerja sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab,” lanjut para menteri tersebut.
Sebagai informasi, selain menjadi seorang politikus, Gus Irfan juga merupakan cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH. Hasyim Asy’ari. Ia merupakan lulusan S1 Administrasi Niaga dari Universitas Brawijaya, Malang.
Sedangkan Dahnil Anzar merupakan aktivis Islam Muhammadiyah dan pernah menjadi Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah periode 2014-2018. Ia merupakan lulusan S1 Ilmu Akuntansi Publik di Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan, Jakarta.
