Jakarta, GPriority.co.id – Minggu ini, Kota New York akan meluangkan waktu sejenak untuk merenungkan serangan teror 9/11 yang mengubah kota dan bangsa ini selamanya.
Memorial dan Museum 9/11 di Lower Manhattan akan menyelenggarakan pembacaan nama-nama dan mengheningkan cipta tahunannya pada hari Kamis.
Dalam sebuah acara khidmat, bangsa dan warga New York berkomitmen untuk “tidak pernah melupakan” apa yang terjadi pada hari itu. Singkatan “9/11” merujuk pada serangan teroris terkoordinasi terhadap Pentagon di Arlington, Virginia, dan World Trade Center di New York City pada 11 September.
Sembilan belas teroris dari organisasi ekstremis Islam Al-Qaeda menguasai empat pesawat dan dengan sengaja menabrakkan dua di antaranya ke Pentagon dan Menara Kembar World Trade Center. Setelah penumpang dan awak pesawat melawan, pesawat keempat yang dibajak jatuh ke lapangan kosong di Pennsylvania dalam perjalanan menuju Gedung Capitol AS di Washington, D.C.
Terlepas dari kenyataan bahwa banyak orang masih mengingat gambar mengerikan itu dari hari itu. Kurang dari seminggu setelah siswa kembali ke sekolah untuk tahun ajaran baru, serangan terjadi pada Hari Pemilihan Utama di kota itu. Beberapa jam sebelum tragedi terjadi, tempat pemungutan suara dibuka pukul enam pagi. Pukul 8:46 pagi, Penerbangan 11 tiba di Menara Utara, dan Penerbangan 175 tiba di Menara Selatan 17 menit kemudian pada pukul 9:03 pagi.
Pesawat-pesawat yang dibajak itu terbakar saat terjadi benturan, dan intensitas bahan bakar jet yang terbakar menyebabkan kedua menara runtuh. Upacara peringatan pada hari Kamis akan di heningkan cipta selama enam menit untuk menandai saat pesawat-pesawat itu jatuh dan saat masing-masing menara runtuh.
Selain Twin Towers, lima bangunan lainnya di World Trade Center juga mengalami kerusakan akibat kerusakan tersebut. Proses pemulihan berlangsung selama beberapa bulan, dan pada tanggal 30 Mei 2002, bagian besi terakhir dilepas secara resmi.
2.977 orang dari 90 negara berbeda tewas dalam serangan tersebut. Dari jumlah tersebut, 40 orang tewas di Penerbangan 93, 184 di Pentagon, dan mayoritas, 2.753, tewas di New York. Menara Kembar adalah bangunan tertinggi di kota itu, dan World Trade Center berfungsi sebagai representasi dominasi Amerika dalam ekonomi dunia.
Pada saat itu, terdapat antara 16.400 dan 18.000 orang di dalam kompleks tersebut. Setelah serangan Jepang di Pearl Harbor pada tahun 1941, yang merenggut nyawa lebih dari 2.400 orang Amerika, ini adalah serangan paling mematikan yang pernah terjadi di wilayah Amerika. Tidak ada bencana alam atau penyakit yang menewaskan lebih banyak orang Amerika.
Pada tahun 1993, teroris juga menyerang World Trade Center, menewaskan enam orang dan melukai ribuan lainnya ketika mereka meledakkan sebuah Mobil di bawah tanah.
Pewarta: Rizqi Juned
Editor: Dimas A Putra
