Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto memberikan lampu hijau bagi pembentukan tim atau komisi khusus untuk melakukan reformasi di tubuh kepolisian.
Persetujuan ini disampaikan dalam pertemuan tertutup dengan anggota Gerakan Nurani Bangsa (GNB) yang berlangsung selama lebih dari tiga jam di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (11/9).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Sinta Nuriyah (istri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid), mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Quraish Shihab, Frans Magnis Suseno, Omi Komariah Nurcholish Madjid, Komaruddin Hidayat, Gomar Gultom, dan Laode Syarif.
Usai pertemuan, mantan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Gomar Gultom, menyatakan bahwa GNB menyampaikan perlunya evaluasi dan reformasi kepolisian. Menurut Gomar, aspirasi ini disambut baik oleh Presiden.
“Disampaikan oleh Gerakan Nurani Bangsa perlunya evaluasi dan reformasi kepolisian, yang disambut baik oleh Bapak Presiden,” ujar Gomar.
Ia menambahkan bahwa persetujuan Presiden datang dengan cepat, seolah-olah aspirasi tersebut sudah ada dalam konsep pemikiran Presiden Prabowo.
“Jadi, harapan-harapan yang diminta oleh teman-teman itu juga sudah dalam pikiran Bapak Presiden. Jadi, istilahnya tadi itu gayung bersambut,” jelas Gomar.
Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menambahkan bahwa selain reformasi kepolisian, Presiden Prabowo juga menyetujui pembentukan tim investigasi independen untuk mengusut insiden pasca-unjuk rasa.
Lukman menyatakan bahwa beberapa tuntutan rakyat, yang mencakup 17+8 poin, menjadi topik utama yang menarik perhatian para tokoh yang hadir.
Pewarta: Rizqi Juned
Editor: Dimas A Putra
