Dari Kalimantan Tengah, Alba Jadi Satu-Satunya Orangutan Albino di Dunia!

Alba, orangutan albino pertama dari Kalimantan Tengah/Foto : Dok. Istimewa Alba, orangutan albino pertama dari Kalimantan Tengah/Foto : Dok. Istimewa

Kalimantan Tengah, GPriority.co.id – Alba menjadi satu-satunya orangutan albino berjenis kelamin betina di dunia. Orangutan ini berasal dari Kalimantan Tengah.

Dikutip dari laman resmi BOS Foundation, orangutan albino ini diselamatkan oleh Yayasan BOS (Borneo Orangutan Survival) bersama BKSDA Kalimantan Tengah. Alba diselamatkan pada tahun 2017 di Desa Tanggirang, Kapuas Hulu. Ia ditemukan di rumah warga setempat yang memeliharanya, karena memiliki penampilan yang berbeda dari orang utan pada umumnya.

Saat ditemukan warga setempat, Alba berusia sekitar lima tahun dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dengan berat 8,3 kilogram. Ia juga menolak berinteraksi teralu dengan dengan manusia. Keunikan yang dimilikinya tersebut dengan cepat menarik perhatian dunia.

Ia memiliki ciri fisik yang sangat khas. Rambutnya putih dengan bola mata berwarna biru keabu-abuan serta pupil kemerahan.

Alba sendiri merupakan spesies Orangutan Kalimantan (Pongopygmaeus), dimana menurut Daftar Merah IUCN (International Union for Conservation of Nature), merupakan spesies yang terancam punah bersama dengan Orangutan Sumatera (Pongoabelii).

Alba diakui sebagai satu-satunya orangutan albino yang tercatat di dunia. Setelah menjalani perawatan intensif di pusat rehabilitasi Nyaru Menteng, kondisinya pun berangsur membaik.

Di akhir tahun 2018, Alba akhirnya dilepas liarkan ke hutan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) Kabupaten Katingan, untuk kembali ke habitat aslinya. Kemudian pada tahun 2019, Alba dilaporkan tumbuh sehat dan telah berhasil beradaptasi dengan kehidupan di alam liar.

Selain mencari makan, ia juga membangun sarang dan berinteraksi secara alami dengan orangutan lainnya. Alba bukan hanya sekadar satwa langka. Ia menjadi simbol keunikan serta kekayaan alam yang dimiliki Indonesia.

Dengan hadirnya Alba, mengingatkan masyarakat Indonesia untuk menjaga kelestarian satwa yang terancam punah, juga melindungi hutan sebagai habitat asli mereka.