BGN Sampaikan Update Kasus Keracunan MBG: Capai 6.500 Orang

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hidayana jelaskan update kasus keracunan MBG/Foto Tangkapan Layar YouTube DPR RI Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hidayana jelaskan update kasus keracunan MBG/Foto Tangkapan Layar YouTube DPR RI

Jakarta, GPriority.co.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hidayana, mengungkapkan perkembangan kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu disampaikan Dadan dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, yang turut dihadiri Kemenkes, Kemendubbangga dan BPOM, Kamis (1/10).

Dalam penjelasannya, Dadan mengatakan bahwa BGN melakukan pemantauan kasus MBG dengan membagi tiga wilayah: wilayah 1 (Sumatera), wilayah 2 (Jawa), dan wilayah 3 (Indonesia Timur). Ia juga menyampaikan capaian pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Ada dua periode yang terlihat jelas yaitu periode dari Januari sampai Juli kita berhasil membentuk 2.391 SPPG, sementara dari 1 Agustus sampai 30 September kita berhasil membentuk 7.369 SPPG,” kata Dadan.

Dadan menambahkan, dalam periode yang sama, kasus keracunan MBG juga tercatat mengalami peningkatan.

Dia menjelaskan, dari 6 Januari hingga 31 Juli, tercatat 24 kasus. Sedangkan dari 1 Agustus hingga 30 September, jumlahnya naik menjadi 48 kasus. Kasus terbaru terjadi di Pasar Rebo dan Kadungora 

Dadan menuturkan, pihaknya tidak pernah menduga terdapat kasus keracunan MBG di Kadungora.

“Jadi yang terakhir kejadian kemarin ada di Pasar Rebo dan juga ada di Kadungora. Dan di Kadungora ini lah yang tidak terduga, karena sebetulnya SPPG memberikan makanan dua kali, pertama masak segar, kemudian mau ada renovasi dia membagikan makanan untuk hari ini dan salah satu makanan yang dibagikan adalah susu. Susunya langsung diminum dan itu yang susu kemudian menimbulkan gangguang pencernaan,” jelas Dadan.

Jika dilihat dari sebaran wilayah, total kasus keracunan MBG mencapai lebih dari 6.500 orang.

“Kalau dilihat dari sebaran kasus, maka kita lihat di wilayah 1 tercatat ada gangguan pencernaan sejumlah 1.307 orang. Wilayah 2 sudah bertambah, tidak lagi 4.147 orang, ditambah dengan hari ini di Garut sekitar 60 orang. Kemudian, di wilayah 3 ada 1.003 orang,” pungkasnya.

Pewarta : Fifi Abdurahman