Eropa, GPriority.co.id – Pesepakbola Paul Pogba bersama 51 atlet internasional, mendesak UEFA untuk segera memboikot Israel dari kompetisi sepak bola Eropa, sebagaimana dilansir dari ANTARA pada Rabu (1/10).
Desakan tersebut disampaikan melalui petisi resmi yang diluncurkan oleh koalisi Atlet 4 Perdamaian, berjudul “Skors Israel dari Sepak Bola Internasional”. Petisi tersebut sontak viral di media sosial dan menarik perhatian global.
“Tindakan (Israel) melanggar hukum humaniter internasional dan bertentangan dengan prinsip-prinsip penghormatan, keamanan, dan perdamaian yang diwakili oleh olahraga,” bunyi petisi tersebut.
“Olahraga bersifat netral dalam menghadapi ketidakadilan. Berdiam diri berarti menerima bahwa nyawa sebagian orang lebih rendah nilainya daripada yang lain,” bunyi lanjutan petisi tersebut.
Pogba yang memimpin gerakan tersebut menyatakan solidaritasnya terhadap rakyat Palestina, serta mengecam kekerasan yang saat ini masih berlangsung di Gaza. Petisi tersebut juga menyoroti kematian tragis pesepakbola Palestina, Suleiman al-Obeid, yang disebut sebagai korban serangan Israel.
Selain Pogba, beberapa nama besar lainnya juga telah menandatangani petisi tersebut. Mereka diantaranya adalah mantan bintang Chelsea dan Ajax Hakim Ziyech. Satu-satunya pemain Liga Primer Inggris yang terdaftar saat ini, Cheick Doucoure dari Crystal Palace juga ikut menandatangani petisi tersebut.
Begitupun dengan mantan kapten Ipswich Town Sam Morsy dan mantan bintang kriket Inggris, Moeen Ali. Dengan menandatangani petisi tersebut, para atlet kembali menegaskan komitmen mereka terhadap keadilan dan hak asasi manusia.
Laporan menyebut, kini UEFA tengah mempertimbangkan sanksi terhadap Israel dan segera memutuskan untuk menangguhkan keanggotaannya. Tindakan serupa diambil terhadap Rusia saat berkonflik dengan Ukraina.
Sebagai informasi, saat ini Rusia yang telah diskors sejak tahun 2022 menjadi satu-satunya negara yang dilarang berkompetisi pada musim panas mendatang. Sementara itu, Israel yang kini berada di posisi ketiga Grup I, tertinggal enam poin dari Norwegia yang berada di puncak klasemen. Israel pun berisiko menghadapi skorsing yang serupa dengan Rusia.
Kendati demikian, dilansir dari The Times, Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, kini dikabarkan sedang bersiap mengambil berbagai langkah guna mempertahankan Israel di kompetisi tersebut. Netanyahu disebut bersedia mengajukan permohonan pribadi kepada para tokoh penting sepak bola dunia untuk mencegah negaranya dilarang oleh FIFA dan UEFA.
