Investasi Kuartal III Naik jadi Rp491,4 Triliun, Serap 696 Ribu Tenaga Kerja

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, dalam konferensi pers yang disiarkankan di YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (17/10). Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, dalam konferensi pers yang disiarkankan di YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (17/10).

Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat total investasi yang masuk ke Indonesia pada triwulan III tahun 2025 mencapai Rp491,4 triliun.

Capaian tersebut meningkat 13,9 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu Rp431,5 triliun. Sebagai perbandingan, realisasi investasi pada triwulan I 2025 tercatat sebesar Rp465,2 triliun, dan triwulan II 2025 sebesar Rp477,7 triliun.

“Alhamdulillah pada triwulan III ini pencapaian investasi adalah Rp491,4 triliun atau kalau kita bandingkan year or year, itu peningkatan 13,9 persen dari Rp431,5 triliun pada tahun sebelumnya. Dan pencapaian ini kurang lebih adalah 25,8 persen dari target investasi Rp195,6 triliun yang dicanangkan harus kita capai pada akhir tahun Desember 2025,” kata Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, dalam konferensi pers yang disiarkankan di YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (17/10).

Lebih lanjut, Rosan menekankan bahwa capaian ini tidak hanya menunjukkan peningkatan angka investasi, tetapi juga berdampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja.

“Dan yang paling penting buat kami adalah bagaimana nih penyerapan tenaga kerjanya? Jadi penyerapan tenaga kerja yang dilaporkan yang kita juga verifikasi adalah 696.478 orang,” tuturnya.

Dari total investasi tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi sebesar Rp279,4 triliun atau 56,9 persen, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat Rp212 triliun atau 43,1 persen.

Berdasarkan wilayah, investasi di luar Pulau Jawa mendominasi dengan nilai Rp265,8 triliun (54,1 persen), sedangkan Pulau Jawa mencatat Rp225,6 triliun (45,9 persen).

“Kita lihat ditengah tantangan yang masih berlangsung, geopolitis dan geoekonomi. Tapi kalau kita lihat tren kedepannya sudah meningkat. Kita harapkan pertumbuhan ini juga akan terus meningkat kedepannya,” ucap Rosan.

Lebih lanjut, Rosan juga mengungkapkan lima sektor yang paling berkontribusi terhadap realisasi investasi pada triwulan III 2025, yakni:

  1. Industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya, senilai Rp62,0 triliun (12,6%).
  2. Pertambangan, senilai Rp55,9 triliun (11,4%)
  3. Transportasi, gudang, dan telekomunikasi, senilai Rp52,6 triliun (10,7%)
  4. Jasa lainnya, senilai Rp44,3 triliun (9,0%)
  5. Perdagangan dan reparasi, senilai Rp34,5 triliun (7,0%)

Selain itu, lima negara yang menjadi penyumbang investasi asing terbesar pada periode ini diantaranya:

  1. Singapura sebesar US$3,8 miliar,
  2. Hong Kong sebesar US$2,7 miliar,
  3. Tiongkok sebesar US$1,9 miliar,
  4. Malaysia sebesar US$1,0 miliar, dan
  5. Amerika Serikat sebesar US$0,8 miliar.

Pewarta : Fifi Abdurahman