Penelitian: Marah Lebih Dari 5 Menit Buat Otak Rusak dan Lebih Cepat Tua

Penelitian: Marah Lebih Dari 5 Menit Buat Otak Rusak dan Lebih Cepat Tua/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik Penelitian: Marah Lebih Dari 5 Menit Buat Otak Rusak dan Lebih Cepat Tua/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan HeartMath Institute menemukan fakta bahwa marah lebih dari 5 menit memiliki dampak buruk bagi tubuh.

Selain menurunkan daya tahan tubuh, marah lebih dari 5 menit dapat merusak otak dan membuat lebih cepat tua. Hal ini terjadi karena respons stres memicu pelepasan hormon kortisol dan adrenalin, hingga membuat otak bekerja lebih berat dari biasanya.

Apabila kondisi tersebut terus berulang, dapat berdampak serius bagi kesehatan otak mulai dari penurunan kemampuan fokus, daya ingat, serta kestabilan emosi.

Lebih lanjut, dalam penelitian lain disebutkan jika kemarahan yang berkepanjangan juga meningkatkan risiko serangan jantung hingga 8,5 kali lipat serta stroke 3 kali lipat. Penuaan dini juga terjadi akibat meningkatnya hormon kortisol yang merusak kolagen kulit dan jaringan otak.

Marah lebih dari 5 menit diklaim memicu proses penuaan fungsi otak selama 6 jam serta memperbesar risiko berbagai masalah kesehatan serius. Dilansir dari NY Post, profesor kesehatan Ryan Martin yang terbiasa menangani kesehatan mental menyebut saat kita marah, otot-otot menjadi tegang, detak jantung meningkat, napas menjadi lebih cepat, serta sistem pencernaan melambat atau bahkan berhenti.

Untuk menghindari diri dari amarah berlebihan, hal pertama yang dapat dilakukan ialah tenangkan diri terlebih dahulu dengan mengambil napas panjang dan kendalikan pikiran. Usahakan tidak berbicara atau bertindak lebih dahulu ketika belum tenang.

Setelah lebih tenang, anda bisa mengekspresikan amarah dengan bercerita kepada orang terdekat. Jika tidak ada teman bercerita, Martin menyarankan anda untuk menulis perasaan amarah pada selembar kertas. Cara ini diklaim mampu mengatasi emosi negatif. Salah satunya perasaan dendam.

Sebagai catatan dan pengingat, menahan amarah bukan hanya bentuk kesabaran semata, namun juga cara sederhana dan efektif untuk menjaga kesehatan otak agar tetap muda dan seimbang.