Jakarta, GPriority.co.id – Polytron resmi meluncurkan motor listrik terbarunya, Fox 350. Model ini hadir dengan dua opsi pembelian, yakni skema battery subscription atau pembelian langsung termasuk baterai, memberikan pilihan yang lebih fleksibel bagi konsumen.
Untuk skema berlangganan baterai, Fox 350 dipasarkan dengan harga Rp22,5 juta. Melalui subsidi langsung Rp7 juta dari Polytron, harga OTR Jadetabek turun menjadi Rp15,5 juta. Dalam skema ini, pengguna cukup membayar biaya sewa baterai Rp200 ribu per bulan dan mendapatkan garansi baterai seumur hidup selama masa berlangganan.
“Hal ini menghilangkan seluruh kekhawatiran terkait biaya penggantian baterai di masa depan sekaligus menjaga nilai jual kembali motor karena baterai tidak menyusut dalam nilai penyusutan kendaraan,” ujar Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (20/11).
Sementara itu, konsumen yang memilih pembelian unit lengkap dengan baterai dapat memboyong Fox 350 seharga Rp27,5 juta setelah mendapat subsidi Rp7 juta dari Polytron. Kedua skema ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan beragam pengguna motor listrik.
Fox 350 tampil dengan desain modern dan dibekali berbagai fitur keselamatan serta kenyamanan, seperti Regenerative Braking, Hill Start Assist, Efficient Cruise Control, Smart Start, Passive Keyless Technology, hingga kemampuan membuka dan mengunci motor melalui aplikasi Polytron EV.
“Dari generasi awal FOX Electric, kami terus mengembangkan teknologi, desain, dan efisiensi agar sesuai kebutuhan masyarakat. Konsumen kami tidak hanya menginginkan performa tangguh, namun juga kenyamanan berkendara dan estetika desain yang dapat menunjang aktivitas harian,” tambah Tekno Wibowo.
Secara performa, Fox 350 mengusung motor 3.000 Watt dengan Optimum Motor Power 6.409 Watt dan torsi mencapai 187 Nm, memberikan akselerasi responsif di berbagai kondisi jalan. Motor listrik ini mampu menempuh jarak hingga 130 km dalam satu kali pengisian dan memiliki kecepatan maksimum 95 km/jam.
Teknologi regeneratif dua level turut disematkan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan baterai. Mode Low bekerja ketika gas tertutup dan motor bergerak, sementara mode High aktif ketika gas ditutup dan tuas rem ditekan ringan. Kedua mode ini membantu mengubah energi kinetik menjadi energi listrik untuk mendukung pemulihan daya baterai.
