Jakarta, GPriority.co.id – Indonesia siap mengirim 20 ribu prajurit ke Gaza, Palestina, setelah Dewan Keamanan PBB resmi mengesahkan Resolusi 2803 pada Senin (17/11) lalu.
Keputusan tersebut sekaligus membuka pintu bagi pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza, sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA pada Jumat (21/11).
Setelah mandat tersebut disahkan, resolusi Indonesia untuk mengirim pasukan bantuan ke Gaza pun akan terealisasi. Perlu diketahui, sejak awal pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri (Menlu RI) Sugiono, menegaskan Indonesia akan ikut serta hanya bisa ada mandat yang jelas, imparsial, serta sepenuhnya berada pada koridor hukum internasional.
“Kita akan terus melakukan koordinasi dengan negara-negara yang ada di sekitar Palestina, khususnya Yordania, yang kita sebut kemarin group of New York untuk menentukan nanti keputusan terakhirnya seperti apa,” ujar Sugiono dikutip dari ANTARA.
Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, memastikan pihaknya yaitu kontingen Pasukan Garuda, akan selalu siap untuk dikirim ke Gaza kapan pun, sesuai instruksi dari Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyebut, kini pihaknya telah mempersiapkan 20 ribu prajurit TNI sebagai bagian dari misi perdamaian. Laporan terbaru menyebut, saat ini TNI dan Polri serta berbagai kementerian terkait tengah merampungkan koordinasi teknis.
Koordinasi tersebut meliputi perlengkapan, strategi di lapangan, hingga logistik. Langkah ini diambil agar semua persiapan matang saat misi resmi dimulai.
“Angka 20 ribu adalah kapasitas kekuatan TNI yang telah disiapkan dalam kerangka dukungan perdamaian dan kemanusiaan,” ungkapnya.
Nantinya, pasukan internasional diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang cukup stabil bagi distribusi bantuan kemanusiaan, rekonstruksi infrastruktur vital, hingga proses normalisasi kehidupan warga sipil.
