5 Penyebab Implan Gigi Bisa Gagal, Nomor 3 Sering Disepelekkan!

5 Penyebab Implan Gigi Bisa Gagal, Nomor 3 Sering Disepelekkan!/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik 5 Penyebab Implan Gigi Bisa Gagal, Nomor 3 Sering Disepelekkan!/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Implan gigi merupakan prosedur penanaman akar gigi buatan yang menjadi pilihan untuk memperbaiki penampilan, terutama pada kondisi gigi ompong.

Sebagai informasi, implan gigi sering digunakan juga untuk mengembalikan kemampuan seseorang dalam mengunyah makanan. Umumnya, implan gigi terdiri dari tiga bagian yaitu tiang implan (akar), abutment (penghubung), serta makhota (gigi palsu).

Namun belum lama ini, Jenny McCarthy, seorang aktris dan model asal Amerika Serikat, menceritakan pengalaman buruk pada implan giginya. Wanita berusia 53 tahun itu mengaku telah menjalani sembilan operasi bedah mulut di tahun ini.

“Saya mengalami satu infeksi yang berkembang menjadi infeksi, lalu muncul benjolan-benjolan kecil di bola mata saya. Gigi saya tanggal, implan gigi juga tanggal,” ungkap McCarthy kepada People.

Untuk mengatasi masalah tersebut, dokter gigi harus menggali dan mengikis tulang rahang McCarthy. Dokter menyebut, McCarthy mengalami infeksi tulang rahang hingga ia harus minum antibiotik selama setahun lamanya. Ia juga hanya boleh makan makanan lunak.

Meskipun implan memiliki tingkat keberhasilan hingga 95 persen, American Academy of Implant Dentistry menyebut potensi kegagalan implan juga dapat terjadi.

Ciri-ciri implan gigi yang gagal adalah ketika pasien merasa giginya longgar atau nyeri, sehingga berpotensi sulit mengunyah atau memicu peradangan hingga pembengkakan gusi.

Dilansir dari NY Post, berikut ini 5 penyebab implan gigi bisa gagal.

1. Infeksi

Penyebab utamanya ialah infeksi dari plak bakteri yang akhirnya dapat mempengaruhi jaringan di sekitar implan gigi. Infeksi tersebut biasa disebut dengan istilah peri-implantitis yang dapat menyebabkan peradangan pada gusi. Namun infeksi ini dapat dicegah dengan menjaga area tersebut sebisa mungkin bebas dari bakteri. Anda bisa menggunakan obat kumur antimikroba ataupun dengan antibiotik.

2. Implan tidak menyatu dengan tulang

Sekitar 5-10 persen kegagalan implan terjadi saat implan tidak menyatu dengan tulang, atau biasa disebut osseointegrasi yang gagal. Dalam hal ini, tulang rahang harus cukup kuat untuk menopang bagian implan karena dapat melemah akibat kepadatan tulang yang buruk atau tekanan yang berlebihan.

3. Merokok

Kebiasaan merokok atau mengonsumsi tembakau juga dapat berdampak buruk pada kesehatan mulut secara keseluruhan. Bukan hanya menyebabkan bau mulut, rokok juga dapat menyebabkan kerusakan gigi atau periodontitis, infeksi gusi serius yang dapat memicu nyeri hebat hingga kehilangan gigi.

Selain itu, merokok juga dapat membatasi aliran darah yang kemudian memotong pasokan oksigen dan nutrisi lain ke tulang dan jaringan gusi, sehingga risiko kehilangan gigi pun meningkat.

4. Kondisi medis

Kondisi medis seperti diabetes yang tidak terkontrol, osteoporosis, penyakit autoimun, hingga beberapa jenis kanker, juga dapat mempengaruhi gagalnya implan gigi. Oleh karena itu, dokter biasanya akan menanyakan riwayat medis secara lengkap sebelum melakukan implan.

5. Menggertakkan gigi

Secara klinis dikenal ‘bruxism’, dengan mengatup atau menggertakkan gigi tanpa disadari dapat merusak implan gigi. Kebiasaan ini juga dapat mencegah implan menyatu dengan baik ke tulang, sehingga menjadi tidak stabil.