Jokowi Buka Suara Soal Peresmian Bandara IMIP Morowali

Jokowi Buka Suara Soal Peresmian Bandara IMIP Morowali/Foto : Dok. Instagram @jokowi Jokowi Buka Suara Soal Peresmian Bandara IMIP Morowali/Foto : Dok. Instagram @jokowi

Jakarta, GPriority.co.id – Ramainya berita terkait Bandara IMIP Morowali yang dianggap ilegal, kini ikut menyeret nama mantan Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi).

Salah satu unggahan di media sosial mengaitkan nama Jokowi atas keberadaan dan peresmian bandara di Morowali, Sulawesi Tengah tersebut pada tahun 2018 silam. Menanggapi tuduhan ini, Jokowi secara tegas mengatakan jika dirinya tidak pernah meresmikan Bandara IMIP Morowali.

“Saya nggak pernah meresmikan Bandara IMIP di Morowali. Nggak pernah,” ucapnya sebagaimana dikutip dari video Solo Times.

Jokowi melanjutkan, ia hanya mengingat pernah meresmikan Bandara Maleo yang memang dibangun oleh pemerintah, meski tak ingat tahun pastinya. Namun ia kembali menekankan bahwa Bandara IMIP merupakan fasilitas milik swasta.

“Seingat saya yang saya resmikan adalah Bandara Maleo di Morowali. Itu yang dibangun pemerintah. (Tahunnya) udah lupa. Kalau yang IMIP itu mereka miliknya swasta,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi terlihat santai menanggapi isu yang beredar dan menyebut berbagai kabar negatif seringkali diarahkan kepadanya.

“Ya semuanya kan hal yang nggak baik ditariknya ke saya,” ucapnya singkat.

Sebelumnya, polemik ini muncul setelah Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin berkunjung ke Bandara IMIP atau PT Indonesia Morowali Industrial Park) di Morowali, Sulawesi Tengah.

Sjafrie pun menyebut Bandara IMIP Morowali beroperasi tanpa kehadiran otoritas negara, bahkan menyebutnya sebagai anomali.

“Ternyata di Indonesia ada bandara yang tanpa ada otoritas negara. Bandara itu ada di kawasan industri Morowali atau PT IMIP. Tanpa adanya pihak keamanan, tanpa adanya pihak bea cukai, dan tanpa adanya pihak imigrasi,” sebut Sjafrie dikutip dari ANTARA.

Sementara itu, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) juga melaporkan bahwa bandara tersebut beroperasi tanpa petugas negara seperti keamanan, bea cukai, maupun imigrasi.

Publik pun kini bertanya-tanya terkait pengawasan serta legalitas operasional dari fasilitas penerbangan yang berada pada kawasan industri daerah Morowali tersebut.