Wamendagri Puji Kemajuan Morowali: Dari Terpencil jadi Pusat Industri Dunia

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) III, Akhmad Wiyagus saat sambutan di HUT 26 Morowali, Jumat (5/12)/Foto Fifi Abdurahman Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) III, Akhmad Wiyagus saat sambutan di HUT 26 Morowali, Jumat (5/12)/Foto Fifi Abdurahman

Morowali, GPriority.co.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) III, Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa peran Kabupaten Morowali tidak hanya penting di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, tetapi juga nasional bahkan global. 

Hal ini tidak lepas dari kekayaan nikel yang dimiliki wilayah tersebut, yang menurutnya telah menjadikan Morowali sebagai pemain kunci dalam rantai pasok industri baterai dan kendaraan listrik dunia.

“Kekayaan alam nikel yang terkandung di perut bumi Morowali telah menempatkan daerah ini sebagai pemain kunci dalam rantai pasok global industri baterai dan kenderaan listrik. Ini adalah sejarah besar yang sedang kita bangun bersama,” kata Akhmad dalam sambutannya pada HUT ke-26 Morowali di Alun-Alun Rumah Jabatan Bupati, Jumat (5/12).

Lebih lanjut, Akhmad menyampaikan apresiasi atas beragam capaian yang telah diraih Kabupaten Morowali. Ia menyebutkan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Morowali atas dasar harga berlaku telah menembus angka Rp1,3 triliun per tahun.

“Ini adalah angka tertinggi di Sulawesi Tengah, yang menunjukkan betapa besarnya perputaran uang dan nilai ekonomi yang dihasilkan di tanah ini,” tuturnya.

Selain itu, kualitas sumber daya manusia Morowali juga terus meningkat.

“Indeks Pembangunan Manusia (IMP) kita tahun 2024 berada di angka 74,36 masuk kategori tinggi dan merupakan yang tertinggi kedua Sulawesi Tengah setelah Kota Palu,” imbuhnha.

Akhmad juga menyampaikan salam hangat serta apresiasi dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Morowali dan seluruh masyarakat atas kerja keras dalam memajukan daerah hingga menjadi salah satu pilar ekonomi nasional.

Menurutnya, usia 26 tahun merupakan fase kematangan bagi sebuah daerah otonom. Ia mengajak seluruh hadirin mengenang kembali sejarah pembentukan Kabupaten Morowali, yang dibangun dengan semangat, ketekunan, dan pengorbanan para pendahulu.

“Dari sebuah daerah yang dulu mungkin dianggap sulit dijangkau, kini Morowali telah menjelma menjadi epicentrum gravitasi ekonomi. Tidak hanya di Sulawesi, tetapi di Indonesia bahkan dunia,” pungkas Akhmad