Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) terus mendorong pelayanan publik yang saling terintegrasi antar instansi pemerintah lewat Mal Pelayanan Publik.
Disampaikan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Rini Widyantini, pada Selasa (9/12), saat ini telah ada lebih dari 290 Mal Pelayanan Publik di seluruh Indonesia.
“Intinya adalah bahwa masyarakat itu datang ke Mal Pelayanan Publik untuk mendapatkan layanan secara lebih tepat. Jadi kita juga mendorong setiap instansi pemerintah untuk mau menyatukan layanannya di Mal Pelayanan Publik,” jelas Rini.
Sampai saat ini, Rini menyebut, rata-rata ada sekitar 150 layanan yang tersedia di Mal Pelayanan Publik. Pada saat yang bersamaan, masih ditemukan masyarakat yang kesulitan untuk mendapatkan layanan secara tatap muka. Sehingga, KemenPAN-RB tetap membuka channel berbagai layanan dengan teknik jemput bola.
“Intinya semua aspek harus kita lakukan karena untuk memastikan masyarakat mendapatkan layanan secara tatap muka. Kita juga penting untuk memberikan layanan yang inklusifitas yang juga memberikan perhatian terhadap kelompok rentan,” sebut Rini.
Rini turut mengajak instansi pemerintahan lainnya untuk berkolaborasi dan memperhatikan setiap kebijakan yang ada, utamanya berorientasi kepada kepuasan masyarakat.
“Jadi bukan hanya banyak-banyak mengeluarkan kebijakan, tetapi output-nya tidak memberikan kepuasan kepada masyarakat. Kita tentunya harus memberikan ruang kepada masyarakat untuk bisa memberikan feedback kepada layanan yang ada,” tekan Rini.
Untuk mendapatkan feedback tersebut, KemenPAN-RB menyediakan tiga layanan mulai dari survei kepuasan masyarakat, cepat lapor, hingga forum komunikasi publik.
“Sekarang masyarakat sudah mulai banyak memberikan laporan. Jadi artinya, bisa saja masyarakat sudah memahami dan ikut serta memberikan feedback kepada pemerintah, tapi bisa jadi juga mereka sudah mengenal aplikasi tersebut. Dan sekarang penyelesaian laporan tersebut juga sudah meningkat dari tahun ke tahun,” sebut Rini.
Rini menekankan, pemerintah bukan hanya berfokus pada laporan yang masuk melainkan juga kepada penyelesainnya.
