Jakarta, GPriority.co.id – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, liburan bersama pasangan hingga keluarga menjadi pilihan terbaik sebelum pergantian tahun. Pada musim ini, arus liburan sudah pasti lebih melonjak daripada bulan-bulan lainnya. Termasuk berlibur dengan menggunakan pesawat.
Sayangnya, dengan bandara yang ramai dan pesawat yang penuh, dapat membuat virus dan penyakit lebih mudah menyebar. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Neha Pathak, kepala editor medis bidang kesehatan dan gaya hidup di WebMD.
“Sebagian besar virus pernapasan seperti flu atau COVID menyebar terutama melalui udara dan kontak fisik, bukan dari meja lipat atau sandaran tangan yang ada di pesawat,” kata Pathak kepada Fox News Digital, sebagaimana dilansir dari laporan NY Post.
Menurutnya, dengan lebih rajin membersihkan tangan dan menghindari menyentuh wajah, dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit di pesawat. Selain flu, penyakit lainnya seperti gastroenteritis virus, juga mudah menyebar di pesawat.
Gastroenteritis virus merupakan infeksi usus yang gejalanya meliputi diare encer, kram perut, muntah atau mual, dan masih banyak lagi.
“Penyakit ini sangat tangguh. Virusnya dapat bertahan di permukaan selama berhari-hari. Penyakit ini dapat dengan mudah menyebar di pesawat terbang, terutama di kamar mandinya atau area yang sering disentuh,” ungkap Pathak.
Untuk menghindari penyakit, Pathak menyarankan untuk memilih duduk di dekat jendela yang jauh dari kamar mandi. Ia menyebutnya sebagai ‘tempat duduk terbaik di pesawat’.
“Anda akan lebih jarang berpapasan dengan orang lain, lebih sedikit terpapar lalu lintas di lorong pesawat, dan secara keseluruhan, lebih sedikit kontak fisik dengan orang,” terang Pathak.
Selain itu, penting untuk menggunakan masker selama perjalanan agar terhindar dari penularan penyakit. Selain itu, sering membersihkan tangan dengan cairan sanitasi dan menyentuh wajah (terutama bagian mulut dan hidung) juga sangat disarankan.
