Jakarta, GPriority.co.id – Memiliki tubuh yang ideal merupakan impian banyak orang, terutama kaum perempuan. Pasalnya, kondisi tersebut dapat meningkatkan rasa percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Keinginan memiliki tubuh ideal ini mendorong banyak orang melakukan diet demi menjaga berat badan. Metode diet yang dijalani pun beragam, mulai dari mengurangi porsi makan, hanya mengonsumsi jenis makanan tertentu, hingga mengurangi frekuensi makan.
Padahal, pola makan normal umumnya dilakukan tiga kali sehari, yakni sarapan, makan siang, dan makan malam. Namun, demi menurunkan berat badan, tidak sedikit orang yang justru melewatkan sarapan dan makan malam.
Lantas, apakah cara diet seperti ini tepat untuk dilakukan?
Dokter gizi dari RSAB Harapan Kita, dr. Jessica Ferdi, mengatakan bahwa diet dengan melewatkan sarapan dan makan malam tidak dianjurkan.
“Soal sarapan atau makan malam yang di skip. Nah itu sebenarnya tidak dianjurkan sih kalau di skip. Kenapa? Karena itu dapat memicu makan yang lebih banyak pada jam makan berikutnya,” kata dr Jessica dalam diskusi bertajuk “2026, Diet Nggak Perlu Nyiksa Diri!”, Rabu (24/12).
Ia menjelaskan, melewatkan sarapan akan menciptakan jeda lapar yang cukup panjang hingga waktu makan siang. Akibatnya, porsi makan siang cenderung menjadi lebih banyak.
“Jadi misalkan nggak makan pagi, langsung makan siang. Nah itu kan ada periode kosong atau lapar yang agak panjang ya. Nah itu nanti siang itu biasanya dia makannya lebih banyak,” tambahnya.
Menurut dr. Jessica, kebiasaan tersebut tidak benar-benar mengurangi asupan kalori, karena jumlah kalori yang masuk justru bisa tetap sama.
Ia menekankan pentingnya pola makan yang teratur untuk menjaga kestabilan nafsu makan dan metabolisme tubuh.
Lebih lanjut, dr. Jessica juga menyoroti kebiasaan banyak orang yang melewatkan makan malam karena takut berat badan bertambah. Menurutnya, hal yang perlu diperhatikan bukanlah waktu makan, melainkan komposisi dan jumlah makanan yang dikonsumsi.
“Jadi sebenarnya bukan di jam makan tetapi lebih ke komposisi dan jumlah makanan yang dimakan pada saat malam hari itu. Mungkin orang banyak sering mengira, wah karena jamnya ini terlalu malam. Memang sih, kalau malam itu kita ada jam tidur ya. Tapi yang lebih penting lagi adalah komposisi,” jelasnya.
Ia menegaskan, selama jumlah makanan terukur dan pemilihan jenis makanan tepat, maka makan malam tidak akan menyebabkan peningkatan berat badan.
