Catat! Ini Komposisi Makanan Ideal untuk Diet Sehat

Komposisi makanan sehat untuk diet/Foto iStock Komposisi makanan sehat untuk diet/Foto iStock

Jakarta, GPriority.co.id – Dokter gizi RSAB Harapan Kita, dr. Jessica Ferdi, menekankan pentingnya menjaga komposisi makanan saat menjalani program diet.

Lantas, apa saja komposisi makanan yang tepat ketika ingin diet?

Sarapan

Menurut dr. Jessica, sarapan tetap bisa dilakukan dengan nasi atau roti. Namun, untuk diet disarankan menggunakan nasi merah atau roti gandum, bukan roti putih. Alternatif lainnya adalah oat, salah satu jenis gandum utuh yang kaya nutrisi.

Selain karbohidrat, asupan protein juga penting saat sarapan.

“Protein bisa telur. Praktis kalau pagi, kalau mau yang cepat telur rebus, omelet juga bisa. Omelet, minyaknya sedikit aja,” kata dr Jessica dalam diskusi bertajuk “2026, Diet Nggak Perlu Nyiksa Diri!” melalui siaran langsung instagram Kemenkes RI, Rabu (24/12).

Dia menganjurkan untuk menambahkan sayuran pada omelet, seperti tomat, timun, dan lainnya.

“Kalau masih ada waktu mungkin bisa tumis sayur, atau bikin sayur dibening, itu juga masih bisa kalau pagi ya, buat makan sarapan. Mungkin bisa tambah sedikit tahu tempe,” tuturnya.

Selain itu, dr. Jessica juga menyarankan konsumsi buah seperti pisang emas dan pepaya agar perut tidak terasa terlalu penuh.

Makan Siang

Untuk makan siang, dr. Jessica menganjurkan porsi yang lebih besar dibandingkan sarapan, karena siang hari merupakan waktu dengan aktivitas yang lebih banyak.

“Jadi tetap ada karbohidratnya, misalkan nasi, kentang, dan ubi. Kemudian proteinnya harus ada ayam, ikan, atau daging sapi, itu penting, karena kan siang kita banyak aktivitas, jadi butuh energi yang cukup,” ucapnya.

Tahu dan tempe juga dianjurkan untuk dikonsumsi. Selain itu, dr. Jessica menyarankan memperbanyak sayuran agar rasa kenyang bertahan lebih lama, sehingga tidak perlu ngemil sebelum waktu makan malam.

“Nah setelah itu, kalau ada buah lebih bagus lagi, tambah buah dikit,“ imbuhnya.

Makan Malam

Untuk makan malam, dr. Jessica menyarankan porsi karbohidratnya lebih banyak dibandingkan makan siang.

“Makan malamnya, sama, ada karbohidratnya juga, tapi boleh lebih dikit daripada siang. Misalkan siang 1 porsi, kalau malam bisa 3-4 atau setengahnya dari siang, kemudian tetap ada protein hewaninya, kemudian tahu tempenya masuk,” katanya.

Ia menambahkan bahwa konsumsi sayur tetap penting, namun porsinya tidak perlu terlalu banyak agar perut tidak terasa begah, yaitu kondisi perut terlalu penuh hingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

“Kemudian ada sayur, tapi tidak usah terlalu banyak kalau malam, karena kan biar nggak terlalu bergah juga. Jadi malam bisa tetap ada sayurnya, kemudian bisa makan buah juga, jadi tetap komposisnya lengkap,” pungkasnya.