Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat telah memproduksi puluhan ribu surat kependudukan secara gratis bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatra.
“Untuk yang rusak ini kita perbaiki dan sudah berjalan, dan sampai hari ini sudah diproduksi sebanyak 63.230 dokumen dan ini semua tidak bayar,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melalui keterangan resmi, Senin (29/12).
Ttio mengatkan, sejak 15 Desember 2025 pemerintah telah mengerahkan sembilan tim pelayanan guna mendukung percepatan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil di 52 kabupaten dan kota terdampak bencana. Fokus utama tim tersebut adalah mengganti dokumen warga yang hilang atau rusak akibat bencana alam.
Hingga saat ini, kata Tito, jumlah dokumen kependudukan yang berhasil diproduksi ulang telah melampaui 60 ribu dokumen tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Adapun dokumen yang dicetak ulang meliputi Kartu Keluarga, KTP elektronik, akta kelahiran, akta kematian, serta berbagai dokumen kependudukan lainnya sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
“Kami akan terus bekerja, artinya membantu masyarakat yang kehilangan dokumen, supaya mereka punya data-data dokumen mereka dan sekali lagi tidak dipungut bayaran,” ujar Tito.
Tito menyebut sebagian besar unit Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (dukcapil) di daerah terdampak masih dapat beroperasi atau telah memasuki tahap pemulihan layanan.
Dari total 52 daerah terdampak, hanya tiga unit dukcapil yang sempat mengalami gangguan operasional, yakni di Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Timur, dan Kota Langsa.
Sementara itu, unit dukcapil di wilayah lain, termasuk di Provinsi Sumatra Utara dan Sumatra Barat, dilaporkan tetap berfungsi. Beberapa kendala teknis yang sempat terjadi juga telah ditangani.
“Di Sumatra Utara juga bagus. Kota Sibolga ada masalah sedikit tapi sudah kita perbaiki. Kemudian kalau di Sumatra Barat alhamdulillah tidak ada peralatan yang rusak,” ujar Tito Karnavian.
