Gaza, Gpriority.co.id – Brigade al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, mengonfirmasi kematian juru bicara legendaris Abu Obeida beserta pemimpin senior lainnya dalam video pernyataan resmi pada Senin (29/12).
Pernyataan Juru bicara baru, yang tampil bertopeng keffiyeh merah seperti pendahulunya, merilis pidato video pada Senin tersebut untuk mengumumkan kemartiran Abu Obeida, yang disebutnya sebagai “pemimpin besar”. Ia mengungkap identitas asli Abu Obeida sebagai Hudhayfah Samir Abdullah al-Kahlout untuk pertama kali.
Dikatakannya, “Kami dengan bangga mengumumkan kemartirannya. Kami telah mewarisi gelarnya.” Pernyataan itu juga mengonfirmasi tewasnya Mohammed Sinwar, mantan kepala Gaza yang menggantikan Mohammed Deif, serta komandan seperti Mohammed Shabanah, Hakam al-Issa, dan Raed Saad.
Juru bicara baru itu menegaskan komitmen Hamas pada gencatan senjata sejak 11 Oktober, meski menuduh Israel melanggarnya berulang kali, dengan kata-kata tegas: “Rakyat kami membela diri dan tidak akan menyerahkan senjata mereka selama pendudukan masih berlangsung. Kami tidak akan menyerah, bahkan jika kami harus berjuang dengan kuku jari kami.”
Profil Abu Obeida
Abu Obeida adalah nama samaran Hudhayfah Samir Abdullah al-Kahlout atau Hudhayfa Abdullah al-Kahlout yang menjabat juru bicara Brigade al-Qassam sejak 2004 dan menjadi wajah media Hamas selama perang Gaza sejak Oktober 2023. Ia dikenal lewat pidato bertopeng keffiyeh yang menyampaikan update medan perang, pelanggaran gencatan senjata, dan kesepakatan tukar tawanan. Pernyataan terakhirnya pada awal September 2025 menandai Gaza City sebagai zona tempur saat Israel melancarkan serangan baru; Israel mengklaim menewaskannya pada Agustus 2025, tapi Hamas baru mengonfirmasi empat bulan kemudian.
Korban Sejak Gencatan Senjata
Pada senin (29/12) Kementerian Kesehatan Palestina mengungkapkan, sejak gencatan senjata pada 11 Oktober, setidaknya 414 warga Palestina telah tewas dan 1.145 terluka, sementara 680 jenazah telah ditemukan.
Ditambahkan bahwa sejak dimulainya perang pada 7 Oktober 2023, jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 71.266, dengan 171.222 orang meninggal.
Foto : Istimewa
