Amerika Serikat, GPriority.co.id – Sejak kedua kali menjabat sebagai Presiden AS (Amerika Serikat), Donald Trump mulai membuat kebijakan-kebijakan luar negeri yang berani.
Kini, setelah serangan dramatis dan menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, bersama istrinya, Cilia Flores, Trump telah mengeluarkan peringatan baru kepada negara-negara lain yang menjadi incaran AS selanjutnya.
Dilansir dari AFP News, berikut ini 5 negara yang jadi incaran Trump selanjutnya setelah Venezuela.
1. Greenland
Perlu diketahui, AS telah memiliki pangkalan militer di Greenland dengan nama Pangkalan Luar Angkasa Pituffik. Kendati demikian, Trump menuntut untuk memiliki seluruh pulau tersebut.
“Kita membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional. Wilayah tersebut dipenuhi kapal-kapal Rusia dan Tiongkok di mana-mana,” ujarnya.
Pulau ini kaya akan mineral tanah jarang, yang memainkan peran penting dalam produksi ponsel pintar, kendaraan listrik, serta peralatan militer. Pulau ini juga menempati lokasi strategis utama di Atlantik Utara, dan memberikan akses ke Lingkaran Arktik yang semakin penting, sebagaimana dilansir dari laporan BBC.
2. Kolombia
Tak lama setelah serangan terhadap Venezuela, Trump memperingatkan Presiden Kolombia, Gustavo Petro, untuk berhati-hati.
Kolombia adalah negara tetangga Venezuela di sebelah barat, yang memiliki cadangan minyak yang besar dan merupakan produsen utama emas, perak, zamrud, platinum, dan batu bara. Negara ini juga memainkan peran penting dalam perdagangan narkoba di kawasan tersebut, terutama kokain.
Saat berbicara di dalam pesawat Air Force One pada hari Minggu (4/1) lalu, Trump menyatakan, “Kolombia dipimpin oleh seorang pria sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat. Dia tidak akan bisa melakukan itu untuk waktu yang lama,” tambahnya.
3. Iran
Iran sedang menyaksikan demonstrasi anti-pemerintah yang meluas, dan Trump pada Selasa (6/1) malam memperingatkan bahwa kepemimpinan negara itu akan menghadapi konsekuensi berat jika lebih banyak demonstran terbunuh.
“Kami mengawasinya dengan sangat cermat. Jika mereka mulai membunuh orang seperti yang telah mereka lakukan di masa lalu, saya pikir mereka akan mendapat hukuman yang sangat berat dari Amerika Serikat,” katanya di pesawat Air Force One.
Meskipun secara teknis Iran berada di luar cakupan apa yang disebut “Doktrin Donroe”, Trump sebelumnya telah mengisyaratkan sikap yang lebih keras terhadap Teheran, termasuk ancaman tindakan tambahan setelah serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran tahun lalu.
4. Meksiko
Naiknya Trump ke tampuk kekuasaan pada tahun 2016 ditandai dengan janji andalannya untuk “Membangun Tembok” di sepanjang perbatasan AS-Meksiko. Pada hari pertamanya kembali menjabat pada tahun 2025, ia menandatangani perintah eksekutif yang mengubah nama Teluk Meksiko menjadi “Teluk Amerika”. Ia berulang kali menuduh otoritas Meksiko gagal mengekang aliran narkoba dan migran ilegal ke Amerika Serikat.
Berbicara pada hari Minggu, Trump mengatakan narkoba “membanjiri” Meksiko dan memperingatkan bahwa “kita harus melakukan sesuatu”, menggambarkan kartel negara itu sebagai “sangat kuat”.
Dia mengatakan telah menawarkan untuk mengerahkan pasukan AS untuk mengatasi kartel tersebut, tetapi Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum secara terbuka menolak kehadiran militer AS di wilayah Meksiko.
5. Kuba
Pulau Karibia ini, yang terletak hanya 90 mil (145 km) di selatan Florida, telah berada di bawah sanksi AS sejak awal tahun 1960-an. Kuba telah mempertahankan hubungan dekat dengan Venezuela pimpinan Nicolás Maduro, yang dilaporkan memasok sekitar 30 persen minyaknya sebagai imbalan atas dokter dan tenaga medis Kuba.
Dengan Maduro yang kini tak lagi berkuasa, Havana dapat menghadapi tekanan serius jika pasokan minyak tersebut terganggu. Trump pada hari Minggu menyatakan bahwa intervensi militer AS di Kuba tidak diperlukan, dengan mengatakan bahwa negara itu “siap untuk jatuh”.
“Saya rasa kita tidak perlu tindakan apa pun. Sepertinya negara itu akan jatuh. Saya tidak tahu apakah mereka akan bertahan, tetapi Kuba sekarang tidak memiliki pendapatan. Mereka mendapatkan semua pendapatan mereka dari Venezuela, dari minyak Venezuela,” ungkap Trump dikutip dari WIO News pada Rabu (7/1).
