Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti seriusnya persoalan ketahanan air di Indonesia.
Dalam sambutannya pada acara IISMEX 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (11/8), AHY menegaskan bahwa pembangunan ekonomi dan infrastruktur harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
AHY mengatakan air merupakan kebutuhan mendasar yang tidak boleh dianggap akan selalu tersedia. Menurutnya, tantangan ketahanan air semakin besar seiring pertumbuhan penduduk, kepadatan kota, perubahan iklim, hingga meningkatnya kebutuhan untuk berbagai sektor.
“No water no life, kita sudah tahu itu. Air sumber dari hidup. Tanpa air kita semua akan sulit dan bahkan tidak ada kemakmuran yang bisa kita capai. Kita ingin Indonesia semakin maju, semakin sejahtera. Tapi kita juga harus ingat, ketika kita berusaha keras mengejar pertumbuhan ekonomi, termasuk pembangunan infrastruktur di berbagai sektor, jangan pernah kita abai pada lingkungan hidup kita,” ujar AHY.
Ia menyebut ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan air atau food, energy, and water kini menjadi prioritas penting pemerintah. Ketiganya semakin menghadapi tekanan ketika jumlah penduduk meningkat dan fenomena cuaca ekstrem terjadi.
“Ketiga elemen ini makin langka. Ketika penduduk dunia semakin banyak, termasuk penduduk Indonesia semakin besar, termasuk di kota-kota yang saat ini semakin padat penduduk, maka ketahanan pangan, energi, dan air ini harus mendapatkan prioritas yang utama,” katanya.
Selain persoalan ketersediaan, AHY menyoroti kualitas air. Ia menyampaikan bahwa sekitar 70 persen sungai di Indonesia telah tercemar. Data serupa juga pernah disampaikan AHY dalam Water Townhall Meeting pada Februari 2026, ketika ia menekankan bahwa pencemaran menjadi salah satu kendala utama ketahanan air nasional.
“70% dari sungai-sungai kita itu sudah tercemar. Ini permasalahan lingkungan yang sangat serius. Itulah kenapa saya bersama Kementerian PU dengan teman-teman pecinta lingkungan, pecinta sungai, berupaya untuk membangun sebuah gerakan moral,” tegasnya.
AHY menilai persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan hanya dengan pembangunan infrastruktur. Masyarakat juga perlu dilibatkan untuk menjaga kebersihan sungai dan mencegah pencemaran dari sampah maupun limbah.
Pemerintah, lanjutnya, juga perlu memperkuat mitigasi menghadapi El Nino dan musim kemarau agar kekurangan air tidak mengganggu irigasi, produksi pertanian, hingga ketahanan pangan.
