Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memaparkan sejumlah langkah pemerintah untuk memperkuat ketahanan air nasional.
Dalam sambutannya pada IISMEX 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (11/8), AHY menekankan pentingnya teknologi, pembangunan infrastruktur air, serta pengelolaan berbasis data.
Menurut AHY, air harus dapat menjangkau seluruh masyarakat, termasuk wilayah tertinggal, terluar, terdepan, kawasan perbatasan, dan pulau-pulau kecil. Pemerintah juga menargetkan peningkatan akses air perpipaan secara bertahap.
“Kalau kita lihat air yang aman sebagai hak dasar ini, maka yang paling dahulu kita target adalah perpipaan perkotaan. Kondisi awal atau hari ini kurang lebih 39,2 persen. 2029 kita harapkan tadi 51 persen sudah terhubung dengan perpipaan. Dan mudah-mudahan harapannya itu 2045 100 persen,” ujarnya.
Target tersebut sejalan dengan agenda perluasan akses air perpipaan nasional. Indo Water 2026 sendiri mencatat pemerintah menargetkan tambahan 24 juta sambungan rumah air perpipaan pada 2029, sebagai bagian dari upaya memperluas akses air bersih.
AHY juga menekankan bahwa pengelolaan air ke depan membutuhkan data yang akurat dan terintegrasi. Menurutnya, keputusan pemerintah tidak boleh hanya berdasarkan perkiraan, tetapi harus menggunakan data, bukti ilmiah, serta teknologi terkini.
“Karena sekian keputusan itu harus berdasarkan data dan evidence. Dan itu membutuhkan sains dan teknologi terkini,” lanjut AHY.
Ia mendorong pembentukan satu data air nasional yang terintegrasi dan dapat diakses publik. Teknologi seperti satelit, penginderaan jauh, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta analitik data disebut dapat membantu pemerintah memetakan kondisi lahan, potensi kekeringan, dan ketersediaan air secara lebih presisi.
Selain itu, pemerintah juga mengembangkan berbagai alternatif sumber air, mulai dari desalinasi air laut, pengelolaan air payau, hingga kajian air tanah dalam dan air tawar bawah laut.
Dalam sambutannya, AHY turut menyinggung proyek Giant Seawall untuk melindungi kawasan Pantai Utara Jawa. Proyek tersebut disebut memiliki panjang sekitar 575 kilometer dan diarahkan untuk menghadapi ancaman penurunan muka tanah serta kenaikan permukaan air laut.
AHY berharap teknologi dan inovasi yang ditampilkan dalam Indo Water 2026 dapat membantu pemerintah menjawab tantangan tersebut.
“Saya justru ingin mendapatkan masukan nanti dari Indo Water 2026 ini, jika ada teknologi-teknologi yang tepat guna, bisa menjawab ini semuanya,” tekannya.
Ia menegaskan target akhirnya adalah menjadikan water security atau ketahanan air sebagai kenyataan, bukan sekadar visi pembangunan nasional.
