Ajib! Berarung Jeram dalam Satu Sungai Dua Negara di Lumbis Pansiangan

Hj.Asmin Laura Hafid melaunching objek wisata dan olahraga Arung Jeram yang ada di Desa Labang, Kecamatan Lumbis Pansiangan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada Jumat (28/8/20).

Dalam kesempatan tersebut Bupati Nunukan mengatakan, wisata ini merupakan sebuah inovasi dan terobosan dari Desa Labang, Kecamatan Lumbis Pansiangan.

Bupati memberikan apresiasi atas terobosan tersebut sebagai wujud kearifan masyarakat lokal yang telah memanfaatkan potensi dan sumber daya alam yang dimiliki agar dikembangkan dan berpotensi menjadi aset berharga bagi desa.

Bupati Nunukan yang akrab dipanggil Bu Laura ini bangga melihat potensi desa yang begitu luar biasa dapat dijadikan sebagai ikon wisata.

“Objek wisata Arung Jeram ini jika dikelola dengan baik dan profesional, maka wisata ini akan berkembang dengan baik. Dapat menarik minat wisatawan dalam negeri dan luar negeri untuk berkunjung dan menjadikan identitas atau ikon wisata tersendiri yang belum tentu dimiliki wilayah lainnya. Jadi saya harapkan wisata ini dapat dikelola sebaik mungkin,” ujar Bupati.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Laura juga menyampaikan bahwa langkah terdekat yang akan dilaksanakan Pemkab Nunukan yakni terkait rencana pembangunan PLBN Labang dengan anggaran sekitar Rp244 miliar oleh pemerintah pusat yang saat ini dalam tahap proses lelang.

Adapun dampak dari pembangunan PLBN Pos Lintas Batas Negara ini, bermuara kepada kemajuan daerah dan secara khusus kesejahteraan masyarakat yang ada di perbatasan.

“Saya berharap, dengan kehadiran PLBN Labang ini nanti benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang ada di perbatasan. Tentunya dengan terbukanya lapangan pekerjaan baru untuk putra-putri daerah dan peluang usaha seperti jasa transportasi, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Laura.

Sementara itu, Lumbis, S.Sos selaku Plt Camat Lumbis Pansiangan mengatakan bahwa Lumbis Pansiangan dimekarkan dari Lumbis Ogong pada akhir tahun 2019 sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri.

“Lumbis Pansiangan ini terdiri dari 13 desa dan berada tepat di garis batas Negara Republik Indonesia dengan Sabah-Malaysia, yang mana pusat Pemerintahannya kurang lebih 2KM dari batas negara,” kata Lumbis saat dihubungi GPriority pada Rabu (09/09/20).

Camat Lumbis Pansiangan juga membenarkan terkait PLBN yang rencana akan dibangun di akhir tahun 2020 setelah melalui proses lelang dan pemenang tender akan diumumkan bulan Oktober mendatang. Hal ini sesuai Inpres Nomor 1 tahun 2019 tentang Pembangunan PLBN di Indonesia.

“PLBN di Lumbis Pansiangan tepatnya di desa Labang akan menjadi satu-satunya PLBN di Indonesia yang bertipe sungai, mengingat jalur lalu lintas orang saat ini melalui sungai,” ungkap Lumbis.

Adapun terkait objek wisata dan olahraga Arung Jeram, ini merupakan hasil diskusi pemerintah daerah Nunukan dengan pemerintah desa Lumbis Pansiangan.

Lumbis menjelaskan, pertimbangan dari keputusan ini mengingat keberadaan sungai masih terawat bersih, hutan masih perawan, ditambah trek Arung Jeramnya bagus dan panjang karena kita bisa menikmati arung jeram sejauh 60-70 KM, selama 5 jam. “Mungkin wisata Arung Jeram kita terpanjang di Indonesia. Wisata Arung Jeram melintasi 13 desa yang ada di Lumbis Pansiangan,” ungkapnya.

Uniknya lagi, kata Lumbis, lokasi sungai wisata Arung Jeram ini terbagi dua negara.

“Karena jaraknya yang panjang, kita bagi perpaket mulai dari paket 1 Jam sampai 5 jam. Kita betul-betul mempersiapkan desa kita sebagai desa wisata. Kita tidak hanya promosikan di Indonesia saja tapi juga di Sabah-Malaysia, karena jalur menuju titik wisata Arung Jeram dekat di Sabah-Malaysia,” jelas Lumbis.

“Kalau dari Jakarta saya sarankan melalui Kota Kinabalu, lalu naik mobil sampai di titik perbatasan,” tambahnya.

Sebagai informasi untuk pengembangan wisata Arung Jeram ini, baik perahu karetnya, homestay, gazebo, dan jet ski, anggarannya dari dana desa sekitar 15-20% dari dana desa. Kemudian untuk home stay harganya Rp 250.000/ malam dan penyewaan perahu karet Rp 300.000/ perahu atau uang Ringgit Malaysia sekitar RM100.

Rute menuju lokasi wisata, dari Jakarta-Tarakan-Mansalong kemudian dilanjutkan nanti di Mansalong ada dua pilihan transportasi, yakni bisa pakai perahu panjang (ketinting) dan speed. Kalau menggunakan speed lama perjalanan kurang lebih satu jam setengah dan paling lama dua jam, biayanya sekitar Rp250.000 untuk sampai ke lokasi wisata.

Objek wisata Arung Jeram ini dalam tahap pengajuan status desa wisata kepada Pemkab Nunukan. Meskipun pengoperasiaannya sudah dimulai sejak diresmikan Bupati Laura bulan Agustus lalu.

Hingga saat ini wisatawan sudah banyak berdatangan baik dalam negeri maupun luar negeri. Beberapa rumah warga pun dialihfungsikan menjadi tempat penginapan. Rencananya tahun depan akan dialokasikan anggaran dari dana desa untuk mendirikan home stay di setiap desa.

Selain itu, pemerintah Kabupaten Nunukan juga melalui mekanisme pendanaan dari Kementerian Pariwisata telah melakukan pelatihan kepada pemuda-pemudi setempat untuk pemandu dan manajemen home stay wisata Arung Jeram.

“Kita menerapkan standar keamanan internasional sesuai SOP dan dalam tahun ini kami akan mendaftarkan menjadi bagian dari Asosiasi Rafting Indonesia, mengingat perahu karet yang digunakan sesuai standar internasional merk Ocean, pelampung dan helm sesuai standar. Jadi dari segi keamanan kami jamin,” tegas Lumbis

Selanjutnya Camat Lumbis berharap agar masyarakat di Kabupaten Nunukan bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, mengingat animo wisatawan luar negeri sangat tinggi.

Bupati Nunukan Laura bersiap untuk mengikuti Arum jeram

“Dengan adanya objek wisata ini pemberdayaan ekonomi masyarakat desa akan berkembang, karena ada transaksi alias perputaran uang yang terjadi di desa. Warga setempat agar bisa mengembangkan kreativitasnya dalam membuat kerajinan tangan khususnya, sehingga para wisatawan saat kembali ke tempat mereka bisa membawa souvenir khas dari desa,” harap Lumbis.

“Kepada Pemkab Nunukan, Pemprov Kalikantan Utara dan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata, harapan kami pengembangan wisata Arung Jeram di perbatasan ini dapat diperhatikan dengan baik. Apalagi keunikan wisata ini biasa kita sebut dengan ‘Berarung Jeram Dalam Satu Sungai Dua Negara’. Ini dapat menambah devisa negara Indonesia. Mungkin home stay dan jembatan gantung bisa dibangun ke depannya,” tutup Lumbis.#(FBI)

Related posts