Akhiri Aksi dengan Damai, Aliansi Perempuan Indonesia Desak Kapolri Mundur

Aliansi Perempuan Indonesia usai gelar aksi di depan DPR RI/Foto : Dok Fifi Abdurahman Aliansi Perempuan Indonesia usai gelar aksi di depan DPR RI/Foto : Dok Fifi Abdurahman

Jakarta, GPriority.co.id – Aliansi Perempuan Indonesia (API) mengakhiri aksi protes di depan Gedung DPR RI dengan damai pada Rabu (3/9).

Massa aksi yang tiba sekitar pukul 10.00 WIB mulai membubarkan diri sekitar pukul 13.00 WIB setelah menyampaikan sejumlah tuntutan.

Sebelum meninggalkan lokasi, API membacakan pernyataan sikap terkait situasi Indonesia yang belakangan diwarnai gelombang aksi masyarakat sipil. Ada enam poin utama yang disampaikan.

Massa aksi dari Aliansi Perempuan Indonesia/Foto : Dok Fifi Abdurahman
Massa aksi dari Aliansi Perempuan Indonesia/Foto : Dok Fifi Abdurahman

Pertama, API mendesak Presiden Prabowo Subianto menghentikan segala bentuk kekerasan negara, termasuk menarik mundur aparat TNI dan Polri.

Kedua, Presiden bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Agus Subiyanto diminta segera menarik tentara yang dikerahkan bersama kepolisian dalam penanganan ketertiban dan keamanan masyarakat.

Ketiga, API menuntut Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk mundur dari jabatannya.

Keempat, mereka mendesak pemerintah menghentikan kriminalisasi terhadap rakyat, aktivis, jurnalis, serta pendamping hukum, dan membebaskan seluruh tahanan tanpa syarat.

Kelima, API meminta Presiden untuk mengembalikan militer ke barak dan menghentikan keterlibatan TNI dalam urusan sipil.

Terakhir, mereka menuntut pemerintah menjamin hak konstitusional warga negara untuk berkumpul, berserikat, dan menyampaikan pendapat di muka umum tanpa intimidasi maupun kekerasan.

Pewarta : Fifi Abdurahman