Anak Bungsu Yang Dipanggil KALTARA

Usianya baru enam (6) tahun, tapi banyak prestasi yang dicapai Provinsi Kalimantan Utara. Provinsi lain boleh mengambil pelajaran dari pengalaman Kaltara. Meski terhitung masih muda, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) telah berhasil mencatat berbagai prestasi.

Gubernur Kaltara bukanlah terkenal seperti Ahok atau Ganjar Pranowo, dia adalah sosok yang sederhana dan bersahaja namun seorang teknokrat yang visioner dan agamais.

Siapakah Dia? Namanya tidak asing dikalangan pemerintahan, dialah Irianto Lambrie, mantan sekretaris daerah Kaltim. Apa saja sih gebrakannya selama menjadi Pj. Gubernur hingga Gubernur definitif Kaltara pada 2016 lalu??

Coba kita lihat satu persatu ya!

Di bidang tata kelola keuangan, provinsi bungsu ini tercatat empat kali berturut-turut sejak tahun 2014 telah meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2017 dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Untuk prestasi ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara telah meraih penghargaan rekor dari MURI.

Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie menjelaskan, ia selalu meminta semua jajarannya di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov selalu mempertanggungjawabkan anggaran dengan baik yang dikelolanya. Hasilnya, ia melihat setiap tahun selalu ada peningkatan kualitas laporan keuangan pemprov. Menurut Irianto, WTP sejatinya bukan prestasi, melainkan sebagai kewajiban semua pemerintahan daerah.

Ia berharap, opini WTP ini harus beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Uang APBD yang dibelanjakan dan telah dipertanggungjawabkan, mestinya memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik di bidang pembangunan, pelayanan, maupun roda pemerintahan yang dijalankan Pemprov.

Hasil oberservasi KPK oleh tim observasi KPK juga menunjukkan pengelolaan keuangan Kaltara cukup bagus. Hampir semua provinsi di Indonesia merah atau merah muda. Hanya ada beberapa yang kuning. Kita satu-satunya provinsi yang mendapat warna hijau.

Kaltara juga memperoleh nilai yang tertinggi dalam menindaklanjuti rekomendasi dari BPK. Kita juga dapat penghargaan dari inspektorat Kemendagri, papar Gubernur Irianto. Kita bangga karena kinerja kita mendapat nilai B. Dan sebagai provinsi baru kita sudah mendapat kehormatan untuk memaparkan pengalaman pemerintahan di forum nasional, kepada pemerintah-pemerintah daerah lainnya, kata Irianto.
Pelayanan Publik.

Memang banyak prestasi yang telah diukir Kaltara. Dalam penyelenggaraan pemerintahan, Kaltara berhasil meningkatkan pelayanan publik dengan memangkas birokrasi perizinan dan menyiapkan laman khusus registrasi pemohon izin dalam registrasi sistem online sehingga memberikan kemudahan bagi pemohon izin.

Tiap pemohon tak perlu lagi mendatangi kantor perizinan melainkan cukup membuka laman lewat perangkat komputer atau gadget, pemohon sudah bisa melakukan registrasi, papar Gubernur Irianto. Di bidang kesehatan, Gubernur Irianto Lambrie menaruh perhatian serius terhadap pelayanan kesehatan bagi warga Kaltara.

Khusus untuk warga kurang mampu Gubernur memerintahkan kepada seluruh pimpinan rumah sakit maupun tempat pelayanan kesehatan di Kaltara, memberikan pelayanan secara maksimal. Pemprov telah memberikan bantuan berupa mobil ambulans kepada seluruh kabupaten dan kota untuk dimanfaatkan secara maksimal utamanya untuk melayani warga miskin.

Tak tanggung – tanggung Gubernur perintahkan langsung kepada seluruh rumah sakit di Kaltara, agar jangan sampai ada warga miskin yang telantar tidak mendapatkan pelayanan kesehatan. Ambulans itu untuk menjemput warga miskin yang sakit, semuanya gratis!

Untuk itu, Gubernur telah meluncurkan program Sistem Informasi Jemput Pasien Miskin Online (Simas Jempol) yang diprakarsai RSUD Tarakan. Program ini terbukti mampu meningkatkan pelayanan maksimal bagi warga kurang mampu yang mengalami gangguan kesehatan.

Berdasarkan data RSUD Tarakan, rata-rata pasien yang memanfaatkan program ini, sebanyak 10 orang per bulan dengan pengguna terbanyak berasal dari warga Tarakan. “Masyarakat dari daerah lainnya seperti Malinau, Nunukan, Bulungan juga Tana Tidung masih ada yang menggunakan Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah).

Di bidang sosial, Pemprov Kaltara sukses melaksanakan program rehab rumah. Program rehab rumah itu atau disebut Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) itu sudah berjalan dalam beberapa tahun.

APBD Kalimantan Utara telah dialokasikan sebanyak Rp 8,2 Milyar kepada sedikitnya 550 unit rumah milik masyarakat miskin. APBN teralokasi sebanyak Rp 30 Milyar untuk mengakomodir perbaikan 2.000 unit rumah. Yang mendapat prioritas adalah warga miskin yang rumahnya tergolong tidak layak huni. Setiap rumah dibantu Rp 15 juta.

Pada tahun ini APBD Kaltara telah menganggarkan Rp 8,2 Milyar untuk merehab 550 rumah. Tahun lalu, Pemprov Kaltara telah merehab 305 unit rumah. “Bantuan rehabilitasi rumah itu kita harapkan bisa jadi penyemangat warga miskin dalam meningkatkan pendapatan dan produktivitas kesehariannya, kata Gubernur.

Dalam program rehab rumah ini, pengadaan bahan bangunan dilakukan oleh warga yang dibantu. Program BSPS juga tidak lepas dari pengawasan baik pada saat pembelian, pemasangan, dan tahap akhir. Proses itu bagian dari upaya untuk memastikan bahan yang dipasang sesuai spesifikasi kebutuhan rumah layak huni, supaya tidak ada yang berbuat curang, misalnya bantuan yang diberikan, tidak dibelikan bahan bangunan.
Pertumbuhan Ekonomi Kaltara!

Di bidang ekonomi, Kaltara juga meraih capaian yang membanggakan. Pertumbuhan ekonomi Kaltara tahun lalu mencapai 6.6% dan tertinggi di Kalimantan. Pemprov Kaltara juga berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 9 persen tahun lalu menjadi 6 persen.

Laju ekonomi Kalimantan Utara pada triwulan III diprediksikan tumbuh 7,20% sampai 7,60% (yoy), berdasarkan hasil Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) Kalimantan Utara. Pertumbuhan yang bagus ini tak terlepas dari bagusnya pembangunan infrastruktur.

Pembangunan infrastruktur terus dilakukan. Gubernur sedang membangun bandara dan pelabuhan-pelabuhan beserta fasilitas pendukungnya. Sektor industri juga terus tumbuh, terutama sektor pertambangan, seiring permintaan batu bara di pasar Asean hingga India. Produksi batubara Kaltara terus naik dengan kembali beroperasinya beberapa perusahaan batubara pasca membaiknya harga batu bara dunia.

Investasi pun diperkirakan tumbuh membaik dengan didorong oleh peningkatan realisasi investasi bangunan dan non-bangunan baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta. Sektor pertanian dan transportasi juga akan memberi sumbangsih yang positif. Antara lain, kelapa sawit akan lebih baik karena beroperasinya beberapa pabrik CPO.

Dalam kepemimpinannya Gubernur Irianto selalu melibatkan masyarakat dalam proses-proses pembangunan terutama dalam menyukseskan program-program yang telah dicanangkan. Misalnya, program Kaltara Bersih di bidang lingkungan. Irianto berupaya mendorong seluruh Pemerintah Kabupaten Kota untuk membersihkan wilayahnya. Kita berusaha mendorong gerakan masyarakat mandiri melalui pengembangan UMKM di bidang kewirausahaan.

Kualitas SDM Kaltara juga terus ditingkatkan melalui program-program pendidikan. Di bidang pendidikan, Kaltara antara lain Program Kaltara Cerdas, yakni program beasiswa untuk anak-anak pintar terutama dari keluarga kurang mampu. Melalui APBD 2018, telah dilokasikan anggaran sebesar Rp 11 Milyar untuk pemberian bantuan beasiswa ini.

Agar lebih efektif sampai pada sasarannya, tahun ini Gubernur akan membentuk Tim Pengawas yang akan mengawasi pengelolaan dana tersebut.

Selain itu, Gubernur Irianto Lambrie terus mendorong segenap jajarannya meningkatkan kinerjanya. Ia bangga atas capaian dan penghargaan yang telah diraihnya. Namun menurutnya, penghargaan bukanlah tujuan. Semua upaya dalam meningkatkan kinerja bukanlah bertujuan mendapat penghargaan namun semata-mata merupakan kewajiban untuk memberikan pelayanan kepada rakyat dan untuk meningkatkan taraf hidup serta kesejahtetaan rakyat.

Apa yang menjadi prioritas pemerintah?

Pemerintah menurut Irianto, memprioritaskan pembangunan di tiga aspek. Pertama, infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.

Untuk memakismalkan pembangunan di tiga aspek ini, Pemprov Kaltara perlu dan melewati perjuangan yang cukup melelahkan. Bagaimana tidak dari segi pembiayaan, APBD Kaltara dirasa masih perlu dukungan. Kendati telah dijadikan program utama, kendala anggaran itu, Gubernur pun tidak menampik jika pembiayaan untuk pembangunan ini masih relatif belum optimal.

Contohnya adalah aspek pembangunan pelayanan kesehatan. “Memang pembiayaan untuk belanja kesehatan relatif masih tidak maksimal karena APBD kita terbatas,” ujarnya. “Namun di tengah keterbatasan ini, kesehatan, pendidikan dan infrastruktur tetap diutamakan,” sambung dia.

Gebernur menyebutkan salah satu bukti kemajuan bidang kesehatan yaitu, RSUD Tarakan yang sudah melayani berbagai klinik. Pelayanannya pun semakin baik. Lainnya adalah mengirim pendidikan untuk dokter spesialis, penyediaan kebutuhan obat-obatan dan telah membangun Gedung Farmasi termasuk peningkatan alat kesehatan (alkes).

Apa contoh pembangunan infrastruktur yang langsung dirasakan masyarakat??

Salah satu Kebijakan luar biasa yang ambil oleh Irianto ialah perbaikan dan pembangunan jalan trans kalimantan mulai dari kabupaten Berau Kaltim hingga ke kabupaten Malinau dan Nunukan. Seperti yang diketahui jalan trans kalimantan ini sejak dulu tidak pernah Ada perbaikan atau peningkatan, namun setelah Irianto dilantik menjadi Penjabat Gubernur Kaltara pada 2013 jalan trans kalimantan mulai diperhatikan dan akhirnya menjadi mulus seperti Jalan Tol. Kebijakannya ini adalah refleksi dari kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan mereka. (RP)

Related posts

Leave a Comment