Angka Inflasi Sultra Alami Penurunan 2,51 Persen Pada Juni 2024

Kendari, GPriority.co.id – Rakor Pengendalian Inflasi daerah secara virtual yang dilaksanakan serempak di seluruh Indonesia, dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Tomsi Tohir, pada Selasa (2/7) kemarin.

Pada rakor tersebut, beberapa narasumber dari Kementerian atau Lembaga terkait juga turut hadir. Diantaranya Plh. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, M. Habibullah, Deputi III Kepala Staf Kepresidenan, Edy Priyono, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad.

Ada juga Direktur Perlindungan dan Penyediaan Lahan Kementerian Pertanian, Baginda Siagian, Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, Bambang Wisnubroto, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, Kabid Perencanaan Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Epi Sulandari, Satgas Pangan Polri, Sesjamdatun dan Brigjen TNI Eko Nursanto. Pada Jajaran Pemerintah Provinsi Sultra yang mengikuti kegiatan ini, yakni Kadis Ketapang, Perwakilan Bank Indonesia Sultra dan Dinas terkait.

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Jendral Kemendagri, Tomsi Tohir, menyampaikan bahwa angka inflasi di bulan Juni turun menjadi 2,51% (y-o-y) dibanding bulan Mei yaitu 2,84% (y-o-y).

“Angka 2,51% itu angka yang sangat baik capaiannya, walaupun kita pernah mencapai angka yang paling baik yaitu 2,28% pada September 2023. berkat kebersamaan dan kerja keras kita semua, sehingga dapat mencapai angka ini,” ujarnya

Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Plt. Sekjen Tomsi Tohir juga menyampaikan 3 poin penting.

Pertama, pada minggu ini, Dinas Perdagangan dan Dinas Pertanian baik di kota maupun kabupaten, beserta pengawas pupuk, diminta untuk melaksanakan rapat dan melaporkan hasilnya.
Kedua, dalam dua minggu ke depan, diharapkan tim dari pusat, yang terdiri dari Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, serta Satgas akan turun ke setiap provinsi. Mereka akan mengundang Dinas Perdagangan dan Dinas Pertanian di tingkat kota/kabupaten untuk mendengarkan langsung permasalahan yang ada dan segera mengeksekusi solusi penyelesaiannya.

Ketiga, terkait data cetak sawah, diminta agar terus dilaporkan hingga tanggal 21 Juli. Hal ini bertujuan untuk memastikan kesuksesan program cetak sawah tersebut. Keempat, prediksi untuk minggu depan menunjukkan perlunya kewaspadaan terkait bawang putih dan minyak goreng curah, agar dapat diantisipasi.

Foto : PPID Sultra