Angkat Budaya Asli Kutim Melalui Pesta Adat Pelas Tanah

Jakarta,GPriority.co.id-21 hingga 28 Oktober 2022, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bersama Lembaga Adat Besar Kutai Kabupaten Kutai Timur menggelar Pesta Adat Pelas Tanah di Polder Ilham Maulana, Sangatta, Kutai Timur.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Dr. H. Nurullah, MPd, yang ditemui usai acara wisuda ke-17 Sekolah Tinggi Islam SEBI yang digelar di Universitas Terbuka Convention Center, Pondok Cabe, Rabu (27/10/2022), Pesta Adat Pelas Tanah di tahun 2022 merupakan gelaran yang ke-7. “Pesta Adat Pelas Tanah pertama kali digelar di tahun 2016. Tujuannya untuk mengangkat adat istiadat dan budaya asli daerah Kabupaten Kutai Timur yang diwariskan nenek moyang kita,” ucap Nurullah.
Nurullah dalam kesempatan tersebut juga menjelaskan mengenai sejarah adat pelas tanah. “Mengutip ucapan Ketua Adat Besar Kutai Sayyid Abdal Nanang Al-Hasani, sejarah pelas tanah dimulai dari tradisi Kerajaan Kutai Martadipura yaitu kerajaan Hindu di Nusantara yang memiliki bukti sejarah tertua dan berdiri sejak sekitar abad ke-4. Sebagai rasa terima kasih atas kesuburan tanah yang diberikan dan untuk membuat tanah atau daerah jadi bersih dari unsur unsur jahat, sekaligus bermunajat kepada sang Maha Pencipta kerajaan Kutai Martadipura hingga Kutai Timur menggelar tradisi Pelas Tanah. Tradisi ini berlaku bagi tiap-tiap jiwa yang menghuninya baik yang tampak maupun. Hadirnya perayaan Pelas Tanah berperan penting terhadap kemajuan kerajaan dan juga kerukunan masyarakat yang berasal dari beragam suku sehingga tidak pernah terjadi pemberontakan,” jelas Nurullah.

Ada beragam kegiatan yang tersaji disana seperti Genjong Semega Dewa (ritual berkeliling menuju alam kayangan), pembersihan kampung dan lain sebagainya.

Berbeda dengan dua tahun sebelumnya. Untuk tahun ini, acara turut menampilkan produk UMKM khas Kutim. “Alhamdulillah gelaran acara yang berlangsung 8 hari bisa mengangkat perekonomian UMKM. Terlihat banyaknya masyarakat yang memadati stand,” jelas Nurullah.


Mengenai tamu yang hadir, Nurullah menjelaskan, Asisten Administrasi Umum Seskab Kutim Jamiatul Khair Daik, Staf Ahli Gubernur Bidang Sumber Daya Alam, Perekonomian Daerah dan Kesejahteraan Rakyat Christianus Benny, Ketua Adat Besar Kutai Sayid Abdal Nanang, Kesultanan Tenggarong, Paguyuban adat yang ada di Kutim, Forkominda, dan Langgon Kepatihan Adat Besar Kutai Kaltim.

Menutup perbincangan Nurullah berharap kegiatan ini bisa menjadi event nasional sehingga mampu menarik wisatawan lokal dan mancanegara. (Hs.Foto.dok.pribadi)