APBD Bulungan TA. 2021 Diproyeksi Menurun, Bupati Sudjati: Utamakan Belanja Prioritas

Bulungan – Dalam penyampaian Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) oleh Bupati Bulungan, Sudjati, S.H. dikatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bulungan Ta. 2021 diproyeksi menurun.

Meski demikian, dirinya tetap optimis bahwa turunnya anggaran tidak begitu besar.

“Ya kita harus tetap optimis. Kemungkinan besaran APBD tahun 2021 masih di angka Rp1 triliun lebih”, kata Sudjati usai menyampaikan Rancangan KUA-PPAS pada paripurna di DPRD, Senin (31/08/220) lalu.

Sebagai informasi, APBD Bulungan tahun 2017, sekitar Rp1,199 triliun, lanjut pada 2018, APBD Bulungan hanya sekitar Rp Rp1,172 triliun. Sementara itu, APBD Bulungan Ta.2019 ini besarannya tak jauh beda hanya sekitar Rp1,2 triliun. Hingga 2020 ini pun APBD Bulungan juga tidak jauh dari itu, bahkan diproyeksi ta. 2021 nantinya jumlahnya akan kembali turun.

Sujdati, menambahkan bahwa pembangunan daerah saat ini disesuaikan dengan kemampuan keuangan yang ada, pihaknya memprioritaskan belanja yang memang prioritas.

“Kita belum tahu pastinya berapa angka APBD 2021, tapi untuk rancangan KUA-PPAS, sudah kami sampaikan ke DPRD, bersamaan kemarin saat disepakatinya Raperda APBD perubahan 2020,” tambahnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, sejauh ini Kabupaten Bulungan mengandalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun demikian hingga saat ini peningkatan pendapatan itu belum signifikan.

“Dalam hal pembangunan kegiatan fisik, hampir tidak ada yang langsung bersumber dari APBD, terkecuali melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dilakukan langsung oleh dinas teknis,” ujarnya.

Dirinya mengakui bahwa daerah masih bergantung dengan pemerintah pusat. Sehingga untuk pembangunan sarana dan prasarana tetap dilakukan dengan memperhatikan belanja prioritas.

“Ketergantungan kita sama pusat masih tinggi, jika jumlah transfer pusat ke daerah turun otomatis kita hanya melakukan rasionalisasi dan segala macam saja,” terangnya.

Sementara itu, Sudjati membenarkan penilaian masyarakat terhadap proses pembangunan yang ada di Kabupaten Bulungan masih tergolong minim.

“Perlu diketahui masyarakat bahwa kemampuan kita menurun, otomatis konsekuensinya balanja kita menurun. Masyarakat perlu tau itu juga,” imbuhnya.

Di samping itu, pembagian belanja lansung dan tidak langung pada APBD Bulungan masih belum ideal.

“Apabila pendapatan turun, yang turun berarti belanja langsungnya. Sebab belanja tidak langsung bisa kita turunkan. Dalam hal ini strategi yang dilakukan tidak lain adalah rasionalisasi,” sebutnya.

Meski demikian, dirinya menyakini komitmen pelaksaan program strategis tetap menjadi prioritas. Salah satunya untuk program pelayanan dasar, tentu saja lebih selektif.

“Itu dari kesehatan, pendidikan, layanan dasar lainnya tetap menjadi prioritas kita,” pungkasnya. #(FBI)

Related posts