Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat untuk menghadapi puncak arus balik dengan kewaspadaan dan perencanaan perjalanan yang matang, baik bagi pengguna kendaraan pribadi maupun angkutan umum.
Ia meminta para pemudik yang kembali dari kampung halaman untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, menjaga kondisi fisik, mematuhi arahan petugas, serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik agar mengutamakan keselamatan, mengatur waktu perjalanan dengan baik, serta mematuhi arahan petugas di lapangan. Jangan memaksakan diri apabila lelah, karena keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujar Dudy dalam keterangannya, dikutip Rabu (25/3).
Dudy menjelaskan, mobilitas masyarakat pada arus balik mulai meningkat. Hal ini terlihat dari data Posko Harian Angkutan Lebaran 2026 pada H+2 (23 Maret 2026), di mana jumlah keberangkatan penumpang angkutan umum mencapai 1.448.306 orang atau naik 12,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 1.288.869 orang.
Berdasarkan moda transportasi, kereta api mencatat 505.297 penumpang, terdiri atas 267.432 penumpang antarkota dan 237.865 penumpang perkotaan, atau naik 6,07 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, moda udara melayani 277.937 penumpang, terdiri atas 224.893 penumpang domestik dan 53.044 penumpang internasional, meningkat 17,93 persen.
Untuk moda laut, jumlah penumpang tercatat 106.920 orang atau turun 2,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun moda penyeberangan mencatat 315.277 penumpang atau naik 19,78 persen, sedangkan moda darat mencapai 242.875 penumpang, yang terdiri atas 230.401 penumpang bus dan 12.474 penumpang travel, meningkat 19,29 persen.
Menghadapi tingginya pergerakan masyarakat tersebut, Dudy mengingatkan seluruh pihak, baik jajaran Kemenhub maupun masyarakat, agar mempersiapkan diri dengan baik.
“Saya mengajak para pemudik untuk memilih waktu perjalanan dengan bijak, memastikan kondisi tubuh dan kendaraan dalam keadaan prima, Keselamatan jauh lebih penting daripada kecepatan sampai tujuan,” kata Dudy.
Dia menambahkan, kemenhub terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran arus balik di seluruh simpul transportasi, mulai dari jalan tol dan jalan nasional hingga terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara.
“Arus balik yang aman dan lancar memerlukan dukungan semua pihak. Patuhi aturan, ikuti arahan petugas, dan utamakan keselamatan agar seluruh masyarakat dapat kembali ke tempat tujuan dengan selamat, aman, dan nyaman,” pungkas Dudy.
