Asra Sebut Pendangkalan Sungai dan Pintu Muara Laut Faktor Utama Bencana Banjir di Aceh Tamiang

Aceh, GPriority.co.id – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Tamiang, Asra menyebut, pendangkalan muara sungai di hilir Tamiang saat ini menjadi salah satu faktor utama penyebab seringnya terjadi bencana banjir di kabupaten itu.

Tak hanya itu, kata Asra, hampir sepanjang aliran Sungai Tamiang saat ini juga terjadi pendangkalan. Akibatnya, air kerap meluap ke daratan hingga memasuki pemukiman warga ketika hujan turun selama semalaman.

“Ini salah satu akar permasalahannya. Dan ini akan menjadi fokus kerja pemerintah Aceh Tamiang kedepan,” kata Asra ketika melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Karang Baru, Rabu (10/1).

Kata Asra, salah satu cara mengatasi permasalahan banjir di Aceh Tamiang, harus dilakukan pengerukan sedimen pada pintu muara tempat bertemu sungai dan laut.

Dengan demikian, kemungkinan persoalan banjir yang menjadi problem utama kabupaten itu bisa teratasi.

“Ada tiga pintu muara di hilir Tamiang, semuanya terjadi pendangkalan. Wajar jika sekarang ketika sebentar saja hujan turun sudah banjir,” katanya.

Dahulu, kata Asra, banjir baru terjadi ketika turun hujan dengan intensitas tinggi hingga berhari-hari. Itu pun, katanya tidak berlangsung lama.

Namun, ia menyebut saat ini baru semalam di guyur hujan sudah ada beberapa desa yang kebanjiran. Hal itu, menurutnya terjadi akibat sungai yang sudah mulai dangkal, dan posisinya saat ini lebih tinggi sungai dibanding daratan.

Kemudian, muara yang menjadi titik bertemunya air sungai dan laut pun memiliki permasalahan yang sama. Akibatnya, aliran air sungai masuk ke laut menjadi sangat lambat.

“Terlebih ketika air laut pasang, air sungai tidak akan bisa masuk ke laut. Kalau pun bisa, itu membutuhkan waktu yang lama,” katanya.

“Itu karena sudah dangkal (muara). Dan yang harus dilakukan adalah pengerukan,” imbuhnya.

Kata dia, upaya mengatasi permasalahan itu akan secepatnya dilakukan. Dalam waktu dekat, Asra mengaku akan melakukan pertemuan dengan salah satu anggota DPR RI asal Aceh untuk membahas permasalahan tersebut dan meminta bantuan legislator itu untuk membantunya bertemu salah satu perusahaan BUMN, PELINDO.

Sebab, kata dia, perusahaan tersebut memiliki alat lengkap serta menguasai sistem untuk melakukan pengerukan sedimen muara sungai.

“Mudah-mudahan dengan cara ini, permasalahan banjir di Aceh Tamiang teratasi,” katanya.

Lebih jauh, Asra mengungkap dampak langsung yang dirasakan masyarakat Aceh Tamiang yakni, penurunan drastis perekonomian masyarakat. Harga kebutuhan melonjak, sementara masyarakat terkendala untuk mengeluarkan dan menjual hasil pertanian dan perkebunan mereka.

“Dampak banjir ini sangat besar sekali pengaruhnya terhadap perekonomian masyarakat, dan melemahkan perputaran uang,” ujarnya.

“Oleh karena itu, saya meminta dukungan semua pihak, OPD, instansi vertikal, Datok Penghulu, hingga masyarakat untuk mewujudkan rencana ini,” ucapnya.

Penulis: Zulfitra
Foto : Zulfitra