Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) berupaya melakukan pemerataan infrastruktur pada jaringan internet di wilayah 3 T atau Tertinggal, Terdepan, dan Terluar.
Upaya ini disampaikan dalam audiensi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di Kantor Komdigi pada Selasa (6/5).
Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, Dr Bustan, SE., M.Si menyampaikan, provinsi Kaltara dengan wilayah geografis cukup luas dan daerah perbatasan masih memerlukan perhatian khusus terutama konektivitas yang belum merata, baik transportasi maupun telekomunikasi.
“Pada audiensi ini kami menyampaikan bahwa Kaltara sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat untuk mengoptimalisasi kembali jaringan telekomunikasi. Karena masih ada beberapa wilayah blank spot area,” ujar Pj Sekprov Bustan.
Selain itu, Bustan mengungkapkan, Kaltara juga menghadapi tantangan multidimensi dalam sektor penyediaan layanan dasar kepada masyarakat akibat ketimpangan infrastruktur digital, rendahnya literasi teknologi, dan keterbatasan konektivitas internet di daerah 3T.
Bustan menilai, kondisi ini sangat kontras dengan wilayah perkotaan yang memiliki konektivitas yang lebih baik, menciptakan kesenjangan digital yang signifikan.
“Di mana internet di pedalaman Kalimantan Utara, khususnya di Kabupaten Malinau, Nunukan, dan Tana Tidung, masih sangatterbatas dengan bandwidth rata-rata hanya 1-2 Mbps dan koneksi yang tidak stabil,” ungkapnya.
Sementara itu, Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Politik Kementerian Komdigi, Arnanto Nur Prabowo mengungkapkan Kaltara lengkap persyaratannya untuk dibantu oleh Komdigi.
“Selain kita membantu, ini merupakan beranda terdepan Indonesia. Sehingga yang menjadi penting. Ada beberapa skema yang akan digunakan, tentunya nanti dari Pemprov Kaltara dan Komdigi akan berkomunikasi secara intensif bagaimana jaringan telekomunikasi ini dapat dioptimalkan,” tutur Arnanto.
Arnanto mengatakan, bahwa Kaltara menjadi salah satu perhatian Menteri Komdigi Meutya Hafid. Sebab, wilayah ini berbatasan langsung dengan Negara Malaysia sehingga area blankspotnya harus diminimalisir.
“Ini menjadi perhatian Ibu Menteri Komdigi, kita berharap area blankspot di Kaltara dapat diminimalisir kalau bisa tidak ada lagi,” ucapnya memungkasi.
Foto: Dok. Pemprov Kaltara
