Bagaimana Hukum Ziarah Kubur saat Momen Lebaran?

Jakarta, GPriority.co.id – Saat lebaran tiba, merindukan orang yang sudah meninggalkan kita untuk selama-lamanya adalah salah satu hal yang wajar terjadi. Terlebih jika orang terdekat kita belum lama meninggal dunia. Salah satu cara untuk mengobati rasa rindu, biasanya kebanyakan orang akan melakukan ziarah kubur atau nyekar ke makam orang terkasih sebelum lebaran atau sesudah lebaran usai.

Hukum ziarah kubur saat momen lebaran sendiri, diperbolehkan. Ziarah kubur juga memiliki beberapa manfaat, salah satunya yaitu mengingatkan kita akan kematian yang pasti akan terjadi. Selain ketika momen lebaran, ziarah kubur juga bisa dilakukan setiap saat. Hukum ziarah kubur adalah sunnah.

Ziarah kubur adalah satu-satunya cara untuk mengobati rasa rindu kepada orang-orang terdekat yang sudah mendahului kita. Asal memiliki niat dan tujuan yang baik, ziarah kubur diperbolehkan untuk dilakukan kapanpun kita memiliki waktu untuk mengunjungi makam orang-orang tercinta.

Adapun adab-adab yang harus diperhatikan saat melakukan ziarah kubur, diantaranya :

– Mengucapkan salam ketika memasuki kuburan,

– Menghadap kiblat saat sedang berada di kuburan seseorang,

– Tidak menduduki kuburan,- Membaca doa ziarah kubur, dikutip dari NU Online :

Allahummaghfìrlahu war hamhu wa ‘aafìhìì wa’fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì’ madholahu, waghsìlhu bìl maa’ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì.

Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì.

Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.

Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.” (HR Muslim)

– Mendoakan ahli kubur, membacakan surat Yasin, Al-Ikhlas, An-Nas, dan Al-Falaq.

Foto : GPriority